Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “SAPI SEHAT: Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Pemberian Vitamin sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan serta Mencegah PMK pada Ternak Sapi di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru” di Dusun Bontorea, Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan kesehatan ternak sekaligus upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi.
Program SAPI SEHAT dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin dengan Diva Anggerita sebagai penanggung jawab kegiatan. Melalui program ini, mahasiswa bersama petugas kesehatan hewan memberikan pelayanan berupa vaksinasi PMK dan pemberian vitamin B complex kepada ternak sapi milik masyarakat sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan produktivitas peternakan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pendataan ternak serta pemeriksaan kondisi fisik sapi sebelum vaksin diberikan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap ternak berada dalam kondisi yang sehat dan layak menerima vaksin. Setelah proses pemeriksaan selesai, vaksin PMK diberikan sesuai dengan prosedur kesehatan hewan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian vitamin B complex untuk membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung kondisi kesehatan ternak.
Selain memberikan pelayanan kesehatan hewan, mahasiswa juga melakukan edukasi kepada para peternak mengenai pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku. Edukasi tersebut mencakup pengenalan gejala PMK, pentingnya menjaga kebersihan kandang, penyediaan pakan yang berkualitas, serta perlunya melakukan pemantauan kesehatan ternak secara rutin. Masyarakat juga diimbau agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan apabila menemukan sapi yang menunjukkan gejala penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Penanggung jawab kegiatan, Diva Anggerita, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kesehatan hewan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit pada ternak.
“Melalui program SAPI SEHAT, kami ingin mengajak para peternak untuk lebih peduli terhadap kesehatan ternaknya. Vaksinasi PMK merupakan langkah pencegahan yang efektif dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit, sedangkan pemberian vitamin B complex diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tubuh ternak agar tetap sehat dan produktif. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Bontorea,” ujar Diva Anggerita.
Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Dusun Bontorea. Para peternak menunjukkan antusiasme dengan menghadirkan ternak mereka untuk mendapatkan vaksinasi serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai permasalahan kesehatan ternak. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi sarana berbagi pengetahuan antara mahasiswa, petugas kesehatan hewan, dan masyarakat dalam meningkatkan praktik pemeliharaan ternak yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Hasanuddin tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan ternak merupakan investasi penting dalam mendukung keberlangsungan usaha peternakan. Penerapan vaksinasi secara rutin, pemberian nutrisi yang cukup, serta pemeliharaan lingkungan kandang yang bersih menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan peternak untuk menjaga kesehatan sapi.
Program SAPI SEHAT di Dusun Bontorea diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, petugas kesehatan hewan, pemerintah desa, dan para peternak menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Barru.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan terus meningkat. Dengan ternak yang sehat dan produktif, kesejahteraan peternak di Desa Jangan-Jangan diharapkan semakin baik serta mampu mendukung pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan di Kabupaten Barru.






