BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 sukses menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk POWER POSTURE: Edukasi Postur Tubuh yang Baik untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak. Kegiatan promotif ini ditujukan bagi para siswa di SMP Negeri 4 Satap Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak usia sekolah mengenai pentingnya menjaga kebiasaan postur tubuh yang benar dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di SMP Negeri 4 Satap Barru ini dimulai pada pukul 11.00 WITA hingga selesai. Program edukasi ini diprakarsai dan dipimpin langsung oleh Alyah Farsya Ramadhani selaku penanggung jawab kegiatan, bersama tim mahasiswa KKN PK Unhas. Sebanyak 57 siswa dari SMP Negeri 4 Satap Barru berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara yang telah dirancang secara interaktif dan edukatif.
Postur tubuh merupakan posisi tubuh yang memegang peranan sangat penting dalam mempertahankan keseimbangan serta menunjang seseorang saat melakukan aktivitas harian. Pada anak usia sekolah, aktivitas harian umumnya diisi dengan kegiatan yang menuntut posisi tubuh bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Aktivitas tersebut meliputi duduk saat mendengarkan pelajaran di kelas, berdiri, berjalan, menggunakan gawai, hingga membawa tas sekolah yang bermuatan berat. Kebiasaan postur yang buruk dalam jangka panjang dapat memicu perubahan alignment tubuh serta memberikan beban berlebih yang tidak optimal pada sistem muskuloskeletal anak.
Oleh karena itu, edukasi mengenai postur tubuh menjadi salah satu langkah promotif yang sangat krusial bagi anak-anak usia sekolah. Pemahaman mengenai cara membawa tas sekolah secara tepat juga menjadi fokus utama dalam program ini. Beban tas dan mekanisme pembawaannya terbukti berpengaruh langsung terhadap stabilitas tubuh, pola berjalan, serta kesehatan tulang belakang siswa. Melalui pemberian materi yang tepat, diharapkan anak-anak dapat terhindar dari potensi cedera atau kelelahan otot sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi serta perkenalan dari tim mahasiswa KKN PK Unhas. Untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta sebelum menerima materi, para siswa diinstruksikan untuk mengisi lembar evaluasi pre-test terlebih dahulu. Setelah pengerjaan pre-test, acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan materi utama Power Posture. Penyuluhan ini mencakup penjelasan mendalam mengenai pengertian postur tubuh yang baik, manfaat menjaga postur yang benar, dampak buruk akibat kebiasaan postur yang salah, serta peran profesi fisioterapi dalam pencegahan gangguan postural.
Tidak hanya sebatas teori, tim mahasiswa juga menyajikan peragaan dan demonstrasi langsung mengenai perbedaan postur tubuh yang normal dan tidak normal. Contoh praktis dipraktikkan langsung di depan siswa, seperti cara duduk yang benar di bangku sekolah, posisi berdiri tegak, posisi berjalan, teknik mengangkat barang yang berat tanpa mencederai punggung, hingga posisi ergonomis saat menggunakan gawai. Para siswa juga diajak melakukan gerakan perenggangan (stretching) sederhana yang dapat dipraktikkan secara mandiri di sela-sela jam pelajaran sekolah. Untuk mempermudah pemahaman, materi disampaikan menggunakan bantuan tayangan PowerPoint interaktif serta pembagian poster edukasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat. Para siswa tampak antusias memberikan pertanyaan seputar kebiasaan harian mereka saat membawa tas dan belajar. Usai sesi diskusi, seluruh peserta kembali diuji melalui pengisian post-test guna mengukur tingkat penyerapan materi dan efektivitas program edukasi yang telah diberikan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data evaluasi terhadap 57 peserta, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan siswa yang cukup signifikan. Nilai rata-rata pre-test peserta sebelum kegiatan tercatat sebesar 91,23%, lalu meningkat menjadi 97,81% pada lembar post-test. Terjadi kenaikan rata-rata sebesar 6,58 poin persentase atau setara dengan peningkatan relatif sebesar 7,21%. Secara rinci, sebanyak 12 siswa (21,05%) mengalami peningkatan nilai, 44 siswa (77,19%) memperoleh nilai yang tetap, dan 1 siswa (1,75%) mengalami penurunan nilai. Tinggi angka nilai tetap disebabkan karena pemahaman awal rata-rata siswa sebelum edukasi memang sudah relatif tinggi.
Rangkaian kegiatan edukasi Power Posture ini diakhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama dan penutupan resmi. Melalui evaluasi akhir ini, kegiatan terbukti berjalan sukses serta memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan siswa di SMP Negeri 4 Satap Barru. Edukasi ini diharapkan dapat dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.






