Oleh: KKN Universitas Billfath Kelompok 09
Menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya sekedar menjalankan kewajiban akademis saja, tetapi juga tentang bagaimana membaur dan beradaptasi dengan masyarakat, memahami denyut nadi kehidupan desa, dan menghadirkan solusi nyata. Pengalaman inilah yang kami rasakan ketika menginjakkan kaki pertama kali di Desa Tenggiring, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, pada 30 Juli 2026.
Sejak hari pertama kedatangan, sambutan hangat langsung kami rasakan. Perangkat desa dan warga setempat sangat welcome dan ramah. Kami langsung diajak beradaptasi dengan ritme sosial desa melalui berbagai kegiatan keagamaan rutin. Anggota perempuan kami berkesempatan mengikuti kegiatan Fatayat setiap malam Jumat dan malam Senin, sementara anggota laki-laki bergabung dalam kegiatan tahlilan dan anshor. Kehangatan ini membuat jarak antara mahasiswa dan warga lebur seketika.
Potret Desa Tenggiring: Pusat Olahan Singkong dan Warga yang Mandiri
Desa Tenggiring menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani tembakau, singkong dan jagung. Namun, yang paling menarik perhatian kami adalah banyaknya berbagai UMKM lokal, terutama pusat olahan singkong seperti keripik singkong, kerupuk, dan aneka jajanan tradisional lainnya.
Saat berkunjung dan bersilaturahmi ke para pelaku UMKM, kami menemukan sebuah fakta unik. Sebagian besar warga sebenarnya sudah tahu bahwa berjualan secara online bisa memperluas jangkauan pasar. Meskipun demikian, banyak dari mereka yang masih merasa lebih nyaman berjualan secara offline dengan mengantar produk secara mandiri ke toko-toko di kota tetangga seperti jombang, babat dan kedungpring.
Mereka merasa berjualan di marketplace atau platform digital kadang terkendala masalah pajak, sistem pencairan dana yang tidak bisa langsung tunai (cair hari itu juga), padahal proses produksi menuntut perputaran modal harian yang harus terus berjalan. Sebuah kenyataan lapangan yang sangat masuk akal bagi skala UMKM rumahan.
Kenapa Memilih Proker “Digitalisasi Desa”?
Dari hasil observasi dan obrolan santai dengan warga, kami melihat sebuah peluang emas. Meskipun warga sudah tidak asing dengan media sosial, pemahaman mendalam tentang cara kerja marketplace, strategi promosi yang efektif, perumusan ide konten, hingga optimalisasi teknologi modern seperti AI (Artificial Intelligence) masih sangat bisa untuk dikembangkan.
Warga Desa Tenggiring terkenal santai, asyik diajak ngobrol, dan sebagian besar bahkan sudah melek teknologi. Berbekal potensi inilah, kelompok KKN Universitas Billfath memutuskan untuk mengusung program kerja utama: Digitalisasi Desa.
Tujuannya sederhana tapi bisa berdampak, yaitu mendampingi pelaku UMKM agar semakin paham cara memaksimalkan media sosial, membuat konten produk yang lebih berkualitas, dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempermudah bisnis mereka tanpa harus meninggalkan kenyamanan pola usaha yang mereka jalani.
Pelaksanaan di Malam Hari: Santai, Seru, dan Penuh Gelak Tawa
Pelaksanaan program digitalisasi ini kami rancang dengan menyesuaikan waktu luang para warga. Kami memilih jam 19:30 malam sebagai waktu berkumpul dan mulainya kegiatan. Pertimbangannya sederhana karena jam tersebut adalah waktu santai setelah seharian lelah beraktivitas di sawah maupun di dapur produksi.
Ternyata, keputusan memilih waktu malam hari sangat tepat. Suasana acara menjadi sangat cair. Para warga terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi acara. Sesi diskusi dibilang sangat lancar, diwarnai dengan tanya jawab interaktif serta gelak tawa dan candaan para warga Tenggiring yang membuat suasana belajar terasa seperti obrolan keluarga sendiri.
Output Nyata: Lahirnya Akun Resmi Desa
Sebagai bentuk komitmen dan kenang-kenangan dari program KKN ini, kami berhasil mewujudkan output berupa pembuatan dan optimalisasi media sosial resmi untuk membantu mempromosikan produk-produk lokal, yaitu melalui akun Instagram dan TikTok (@desatenggiringsambeng).
Melalui platform ini, diharapkan produk-produk unggulan keripik singkong khas Tenggiring bisa semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal Lamongan, tetapi juga merambah pasar yang lebih luas di dunia digital.
Penutup
Kegiatan KKN di Desa Tenggiring mengajarkan kami banyak hal, bahwa teknologi canggih seperti AI dan media sosial akan jauh lebih bermakna ketika beriringan dengan kerja keras dan keramahan masyarakat lokal. Terima kasih kepada seluruh warga Dusun Tenggiring dan Sidodadi, perangkat desa, serta seluruh pihak yang telah menerima kehadiran kami dengan tangan terbuka.
Semoga jejak digitalisasi yang kami tinggalkan dapat terus berlanjut dan membawa kebaikan serta peningkatan ekonomi bagi warga Desa Tenggiring ke depannya!






