SEMARANG — Generasi muda Indonesia kembali menunjukkan taji dan potensi besarnya di berbagai bidang, mulai dari akademis, kebudayaan, hingga keagamaan. Salah satu sosok pelajar yang berhasil mencuri perhatian melalui torehan prestasinya yang komprehensif adalah Zahran Revanizar Setiawan. Siswa berbakat asal SMK Yayasan Pharmasi Semarang ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan usia bukan menjadi penghalang untuk berkarya dan mengukir prestasi, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Perjalanan prestasi Zahran Revanizar Setiawan mencakup spektrum yang sangat luas. Di bidang penelitian dan sains, Zahran berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang National Invention Competition for Young Moslem Scientists (NIC-YMS) 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung secara daring berbasis di Bandung pada 1 hingga 10 Juli 2026 tersebut, Zahran bersama timnya dianugerahi Medali Perak (Silver Medal) untuk kategori Applied Life Science.

Inovasi yang diusung oleh Zahran Revanizar Setiawan bertajuk “VITA IMPERIUM : Pemanfaatan Daun Mimba Dalam Pencegahan Overpopulasi Nyamuk”. Melalui penelitian ini, Zahran memanfaatkan potensi bahan alam lokal, yaitu daun mimba, sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Penelitian inovatif ini dinilai sangat relevan dengan isu kesehatan masyarakat saat ini, sehingga mampu bersaing ketat dan menyisihkan berbagai karya ilmiah inovatif lainnya dari seluruh Indonesia.

Tak hanya unggul di bidang sains dan riset ilmiah, Zahran Revanizar Setiawan juga memiliki kemampuan bahasa asing yang sangat mumpuni. Hal ini dibuktikan saat ia berlaga dalam ajang International Science Qualification Olympiad (ISQO) 2025 yang diselenggarakan oleh EDUEXPO bersama International Level Test Institution (ILTI) pada 21 September 2025. Dalam ajang bergengsi tersebut, Zahran turun pada bidang ujian Bahasa Inggris dan berhasil lolos hingga babak final.

Pencapaian Zahran Revanizar Setiawan di ajang ISQO 2025 terasa makin istimewa mengingat tingkat persaingan yang sangat ketat. Berdasarkan data resmi penyelenggara, kompetisi internasional ini diikuti oleh tidak kurang dari 148.927 peserta dari berbagai wilayah. Berhasil menembus jajaran finalis dengan meraih predikat nilai B+ atau Silver Grade di antara ratusan ribu kompetitor menjadi bukti nyata kualitas serta ketangguhan akademis yang dimiliki oleh Zahran.

Di samping pencapaian akademis yang cemerlang, Zahran Revanizar Setiawan juga menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian budaya lokal. Zahran terlibat dan berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Kegiatan Dugder 2026 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang pada 24 Februari 2026. Mengusung semangat “bersama dalam budaya, toleransi dalam tradisi”, partisipasi Zahran mempertegas komitmennya dalam menjaga tradisi serta nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat Kota Semarang.

Melengkapi deretan prestasinya yang multitalenta, Zahran Revanizar Setiawan juga memiliki fondasi keagamaan yang sangat kuat. Ia telah resmi menerima Sertifikat Tahfidz Qur’an dari PPT Bina Amal Semarang pada 24 Mei 2024. Zahran berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 3 juz (Juz 30, 29, dan 28), yang menjadi bukti kedisiplinan dan keseimbangan antara ilmu duniawi dan spiritualitas dalam dirinya.