Daily Nusantara, Semarang, 20 Juli 2026 — Kesuburan tanah merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman, terutama pada pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menerapkan teknik pengolahan lahan yang tepat sehingga produktivitas tanaman belum optimal. Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi pengolahan bedengan organik bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan ibu-ibu PKK RT 04 RW 01 Kelurahan Pakintelan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.
Program dilaksanakan pada tanggal 30 Juni hingga 20 Juli 2026 di RT 04 RW 01, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang melalui rangkaian kegiatan yang meliputi survei lokasi, pembersihan lahan, pembuatan bedengan, pemberian pupuk kandang, serta sosialisasi dan demonstrasi penanaman. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lahan dan menentukan jenis tanaman yang sesuai. Tahap berikutnya berupa pembersihan gulma dan sisa tanaman, kemudian dilanjutkan dengan pemberian pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan unsur hara sebelum penanaman dilakukan.
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan program diawali dengan survei lahan pada Selasa, 30 Juni 2026, bersama Ketua PKK RT 04 Dusun Dukuh. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi lahan pekarangan yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembuatan bedengan, sekaligus menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan sehingga proses budidaya dapat berjalan secara optimal.
Selanjutnya, pada Rabu, 8 Juli 2026, dilakukan pengolahan bedengan tahap pertama berupa pembersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan struktur tanah yang lebih baik sebelum masuk ke tahap pemupukan.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, berupa pemberian pupuk kandang pada bedengan yang telah dibersihkan. Pemupukan ini bertujuan untuk menyuburkan tanah serta memperbaiki struktur dan kandungan unsur hara sebelum dilakukan penanaman, sehingga tanaman yang ditanam kelak dapat tumbuh secara optimal.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Senin, 20 Juli 2026, melalui sosialisasi yang disertai demonstrasi penanaman secara langsung bersama ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) RT 04 RW 01 Kelurahan Pakintelan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan secara langsung teknik pengolahan bedengan dan penanaman yang telah dijelaskan sehingga pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan di pekarangan masing-masing.
Mengenal Manfaat Pengolahan Bedengan Organik
Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengolahan bedengan sebagai salah satu tahapan utama dalam budidaya tanaman. Bedengan berfungsi menciptakan media tanam yang lebih gembur, memiliki sistem drainase dan aerasi yang baik, serta memudahkan proses pemeliharaan tanaman. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan akar secara optimal sehingga tanaman dapat berkembang dengan lebih baik.
Selain itu, penggunaan pupuk kandang sebagai bahan organik menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Bahan organik mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, budidaya menggunakan bedengan organik tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga mendukung penerapan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pada program ini, tanaman yang dibudidayakan meliputi kangkung, bayam, sawi, dan jagung. Pemilihan komoditas tersebut didasarkan pada kemudahan budidaya, masa panen yang relatif singkat, serta kesesuaiannya dengan kondisi lahan pekarangan warga sehingga dapat diterapkan secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Antusiasme Warga dalam Mengikuti Kegiatan
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK dan KWT RT 04 menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari keaktifan peserta dalam bertanya seputar takaran pupuk kandang yang tepat, cara mengatasi hama pada tanaman sayuran, hingga jadwal perawatan yang perlu dilakukan setelah penanaman. Sejumlah peserta turut mencoba langsung proses penanaman didampingi oleh mahasiswa KKN.
Diskusi yang terjalin secara terbuka membuat materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan warga untuk memenuhi konsumsi sayuran dan pangan sehat secara mandiri dari hasil pekarangan sendiri.
Harapan bagi Keberlanjutan Program
Melalui program pengolahan bedengan organik, mahasiswa KKN berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT), dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan. Penerapan teknik pengolahan bedengan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
Keberlanjutan program ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budidaya tanaman yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan pupuk organik dan pengelolaan lahan yang baik. Dengan demikian, kegiatan yang telah dilaksanakan tidak berhenti sebagai program KKN semata, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.
Ditulis oleh: Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Kelurahan Pakintelan, Universitas Diponegoro 2026






