TANGERANG SELATAN, 29 Agustus 2026 — Bagi seorang anak, harta karun tidak selalu berupa sesuatu yang bisa dibawa pulang. Kadang, harta karun itu sesederhana waktu bermain bersama ayah, tawa yang pecah di tengah permainan, atau sebuah tangan yang menggenggam erat saat menyelesaikan tantangan.
Suasana itulah yang terasa dalam kegiatan BERGEMA—Berbagi, Bergerak, Bersama di Kampung Konservasi Rimbun, Tangerang Selatan, Sabtu (29/8). Melalui sesi “Aku & Bapakku”, ayah dan anak diajak berpetualang bersama, menyelesaikan tantangan, sekaligus menemukan kembali arti penting hadir dan terhubung satu sama lain.
Kegiatan yang diselenggarakan Ibu Profesional Tangerang Selatan dengan dukungan The Human Safety Net Indonesia (THSN) ini diikuti 121 peserta, terdiri atas 26 bapak, 38 ibu, 14 anak usia 2–4 tahun, dan 43 anak usia 5–12 tahun.
Bukan Sekadar Bermain, tetapi Membangun Koneksi
Berbekal sebuah peta petualangan, ayah dan anak bergerak dari satu pos ke pos berikutnya. Mereka menyusun puzzle, mengikuti estafet bola, hingga melukis tas bergambar Homi, maskot BERGEMA.
Setiap tantangan yang berhasil diselesaikan ditandai dengan cap jejak kaki. Namun, yang sesungguhnya dikumpulkan bukan sekadar cap di atas kertas, melainkan pengalaman yang tercipta sepanjang perjalanan.
Ada ayah yang membantu anak menyusun puzzle. Ada anak yang menyemangati ayahnya. Ada pula tawa ketika bola berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.
Di situlah permainan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kerja sama.
Hal ini sejalan dengan temuan dalam berbagai kajian perkembangan anak bahwa keterlibatan ayah yang positif dan konsisten berkontribusi pada perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Kehadiran ayah bukan hanya soal berada di tempat yang sama, tetapi tentang memberikan perhatian, merespons kebutuhan anak, dan menciptakan interaksi yang bermakna.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam sesi “Aku & Bapakku”: bahwa kedekatan tidak selalu membutuhkan kegiatan yang rumit. Bermain bersama pun dapat menjadi cara sederhana bagi ayah untuk hadir dalam dunia anak.
Bagi Aqila, 8 tahun, kebahagiaan hari itu ternyata sesederhana itu.
“Permainannya sama Bapak,” jawabnya ketika ditanya hal yang paling membuatnya senang.
Jawaban singkat tersebut seolah merangkum seluruh perjalanan “Aku & Bapakku”. Bukan tentang siapa yang paling cepat menyelesaikan tantangan, melainkan tentang siapa yang menemani sepanjang perjalanan.
Menutup Hari dengan Sebuah Komitmen
Setelah menyelesaikan rangkaian permainan, keluarga diajak mengekspresikan perasaan melalui Pohon Perasaan. Para ayah kemudian menuliskan komitmen untuk terus mendampingi anak, sebelum membubuhkan cap tangan pada kain putih.
Cap tangan itu menjadi simbol sederhana: sebuah tanda bahwa hubungan ayah dan anak perlu terus dirawat.
Bagi Bapak Hazmi, BERGEMA menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi keluarga. Selain menyenangkan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk bertemu keluarga lain dan membangun pertemanan baru.
Sementara itu, Mbak Ane, salah satu peserta Pandu 45, membawa pulang refleksi tentang proses mendampingi anak.
“Mendidik anak tidak perlu buru-buru. Anak memang punya fasenya masing-masing,” ujarnya.
Pesan tentang menemani proses juga hadir melalui rangkaian kegiatan lain. Para ibu mengikuti workshop Pandu 45 bersama Ibu Septi Peni Wulandani dan Bapak Dodik Mariyanto, Founder dan Inisiator Ibu Profesional.
BERGEMA Tangerang Selatan juga menjadi ruang berbagi melalui pemberian beasiswa dan learning kit kepada anak-anak TK Naura Babussalam, sebagai dukungan terhadap kebutuhan belajar dan semangat anak dalam meraih cita-cita.
Secara nasional, BERGEMA dilaksanakan di 50 regional dengan kegiatan wajib “Aku & Bapakku”, Game Based Learning/Pandu 45, serta pelatihan fasilitator.
Di Tangerang Selatan, perjalanan hari itu akhirnya ditutup bukan dengan menemukan harta karun dalam bentuk benda, melainkan dengan sesuatu yang jauh lebih berharga: waktu yang diberikan, perhatian yang dirasakan, dan kenangan yang diciptakan bersama.
Sebab bagi seorang anak, mungkin kelak yang paling diingat bukan berapa banyak hadiah yang pernah diberikan ayahnya, tetapi berapa sering ayah hadir untuk bermain, mendengarkan, dan berjalan bersamanya.
BERGEMA—Berbagi, Bergerak, Bersama. Karena kebersamaan hari ini dapat menjadi kenangan yang tumbuh bersama anak hingga nanti.
Ibu Profesional Tangerang Selatan
IG : @ibuprofesionaltangsel






