TASIKMALAYA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Siliwangi (UNSIL) meluncurkan program hilirisasi komoditas pemanis alami stevia bagi Kelompok Tani Girimukti di Tasikmalaya. Kegiatan yang didanai melalui skema Program Penerapan IPTEK Berbasis Masyarakat (PPIBM) Tahun 2026 ini bertujuan mengtransformasi penjualan tanaman stevia mentah menjadi produk hilir bernilai tinggi melalui penerapan teknologi tepat guna dan strategi pemasaran digital.
Kelompok Tani Girimukti yang menaungi 20 petani binaan di Priangan Timur sebelumnya telah berhasil memproduksi daun stevia kering dengan kapasitas 5–10 kg per masa panen. Namun, produk mentah tersebut hanya diserap pengepul dengan harga relatif rendah, yakni Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Upaya ekstraksi cair secara manual yang dilakukan petani pun mengalami kendala teknis, seperti hasil cairan yang keruh, rasa getir (aftertaste) yang tajam, dan masa simpan yang singkat akibat tingginya residu klorofil.
Melihat kendala tersebut, tim pengabdi multidisiplin UNSIL mengintervensi dengan merancang dan mengimplementasikan 1 (satu) unit mesin Digital Centrifuge berbasis mikrokontroler. Alat inovasi ini berdaya rendah (150–200 Watt) sehingga cocok untuk infrastruktur kelistrikan pedesaan. Dengan kecepatan hingga 4.000 RPM, alat ini mampu memisahkan partikel halus dan klorofil dari cairan ekstrak stevia secara presisi. Hasilnya, diperoleh filtrat pemanis jernih, homogen, bebas rasa getir, serta memiliki masa simpan lebih dari 6 bulan.
Produk inovasi pemanis alami tersebut dikemas secara higienis dalam botol dropper (tetes) ukuran 15 ml bernama “Gula Cair Stevia“. Selain intervensi teknologi proses, tim UNSIL juga memberikan pendampingan komprehensif yang meliputi:
- Standarisasi Produk dan Branding: Perancangan logo, label kemasan berstandar pangan, serta kemasan botol dropper yang menarik untuk segmen pasar premium.
- Pemasaran Digital (Digital Marketing): Pelatihan pembuatan dan pengelolaan akun e-commerce untuk menjangkau konsumen.
- Manajemen Keuangan: Pelatihan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan pembukuan arus kas agar tata kelola usaha kelompok tani lebih terstruktur.
Ketua Tim Pengabdi UNSIL, Nurul Risti Mutiarasari, S.P., M.Si. (Dosen Agribisnis), menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung oleh tim ahli yang solid, antara lain Visi Tinta Manik (Pakar Teknologi Pangan), serta Imam Taufiqurrahman, Andri Ulus Rahayu, dan Dini Fronitasari (Pakar Teknik Elektro). Program ini juga melibatkan tiga mahasiswa dari lintas program studi untuk memberikan pengalaman kerja berbasis proyek di lapangan.
“Melalui penerapan teknologi pemisah mekanis dan strategi pemasaran digital ini, kami menargetkan peningkatan pendapatan mitra hingga 30%. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan pemanis alami rendah kalori), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),” ujar Nurul Risti Mutiarasari.
Melalui program ini, diharapkan Kelompok Tani Girimukti dapat mandiri secara ekonomi serta menjadi percontohan UMKM pertanian berbasis inovasi teknologi tepat guna di Kabupaten Tasikmalaya.




