Daily Nusantara, Sumenep — SDN Pandian I, Kecamatan Kota Sumenep, resmi membuka Perpustakaan Ramah Anak “Laskar Panditu” pada Kamis, 16 April 2026, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang menyenangkan bagi siswa. Peresmian berlangsung hangat dan penuh antusiasme, melibatkan siswa, guru, orang tua, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan penampilan siswa yang menyuguhkan kreativitas dan keberanian di atas panggung. Mulai dari nyanyian solo, kegiatan bercerita, hingga monolog bertema perpustakaan, seluruh penampilan menggambarkan bagaimana ruang literasi dapat menjadi medium ekspresi sekaligus pembelajaran yang menyenangkan.
Kepala SDN Pandian I, Kusniah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran perpustakaan ramah anak merupakan wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan inklusif. Ia menyampaikan bahwa perpustakaan ini dirancang secara khusus untuk anak-anak, mulai dari tata ruang yang ceria, rak buku yang mudah dijangkau, hingga area membaca yang nyaman.
“Perpustakaan harus menjadi tempat yang menyenangkan, tempat di mana imajinasi tumbuh,” ujarnya. Ia juga mengajak para wali murid untuk turut berperan aktif dalam menumbuhkan budaya membaca di rumah. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi kunci agar kebiasaan membaca tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak.
Kusniah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga pendamping program dan tokoh yang hadir. Dukungan kolektif tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perpustakaan yang ramah anak dan berkelanjutan.
Koordinator program perpustakaan ramah anak, Moh Syaiful Bahri, yang turut hadir, mengapresiasi langkah sekolah dalam menghadirkan ruang literasi yang inklusif. “Semoga dengan dibuka dan diresmikannya perpustakaan ramah anak ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi siswa,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 172 sekolah di Sumenep telah bergabung dalam program serupa, dengan penekanan pada pentingnya menghadirkan buku-buku anak yang bermutu.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh pendamping program, Ahmad Bukhari, yang menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan jendela dunia bagi anak-anak. Ia menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas literasi yang mampu menghidupkan perpustakaan sebagai ruang tumbuh dan berkembang.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan pita oleh Buhari, Kasi Kurikulum Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep yang juga menjadi PIC program perpustakaan ramah anak di daerah tersebut. Prosesi ini menandai dimulainya pemanfaatan Perpustakaan “Laskar Panditu” sebagai ruang belajar baru bagi siswa.
Dengan diresmikannya fasilitas ini, SDN Pandian I berharap perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, imajinasi, dan pembentukan karakter. Sebuah ruang di mana anak-anak belajar, bermain, dan tumbuh bersama buku.






