Jihan Risanny1, Annas Zacky Annaba2, Albian Irsyad Rafid Nugroho3, Revania Karin Aylawati4, Daegalista Biantarisna5, dan Sifania Sahara Purnama6

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta

Daily Nusantara, Yogyakarta – Upaya mewujudkan Pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawa pemerintah, tetapi juga dapat dimulai dari langkah sederhana yang kita terapkan di lingkungan masyarakat. Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan sebuah inovasi berupa pemanfaatan limbah plastic sebagai media tanam dalam mendukung implementasi Suistanable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 Responsible Consumtion and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Gagasan tersebut dikembangkan sebagai bentuk soslusi atas dua permasalahan yang saat ini dihadapi masyarakat, yaitu meningkatnya jumlah limbah plastik dan tantangan ketahanan pangan di lingkungan sekitar. Berdasarkan rencana proyek yang kami buat, program ini menyoroti hubungan antara pengelolaan sampah dan ketersediaan pangan berkelanjutan.

Permasalahan sampah plastik hingga kini masih menjadi isu lingkungan yang cukup serius, khususnya di Kawasan perkotaan dan permukiman padat penduduk. Banyak limbah rumah tangga seperti botol air mineral, kantong plastik, maupun kemasan makanan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berakhir menjadi sampah. Di sisi lain, keterbatasan lahan sering menjadi hambatan masyarakat untuk menanam bahan pangan secara mandiri. Kondisi   tersebut menunjukkan adanya potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal limbah plastik masih dapat diolah kembali menjadi sesuatu dengan nilai guna.

Melalui program ini, botol plastic bekas dimanfaatkan menjadi media tanam sederhana yang dapat dgunakan untuk membuat kebun mini atau konsep urban farming. Botol plastic yang sebelumnya hanya dianggap sampah dipotong kemudian dimodifikasi menjadi pot tanaman, kemudian diisi dengan tanah dan bibit sayuran. Media tanam tersebut dapat disusun secara vertical maupun digantung sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Program ini dirancang agar dapat diterapkan di lingkungan rumah, kos, maupun kawasan permukiman dengan keterbatasan ruang. Bentuk implementasi tersebut menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan mayarakat secara mandiri untuk menghasilkan bahan pangan sehari-hari.

gsdhfjhlktweyrit

Dalam mendukung SDG 2 Zero Hunger, program ini berupaya meningkatkan ketahanan pangan skala rumah tangga melalui kegiatan menanam sayuran secara mandiri. Beberapa tanaman yang dapat dibudidayakan melalui media tanam dari limbah plastik antara lain kangkung, sawi, dan cabai. Dengan adanya kebun sederhana ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh akses pangan sehat dan bergizi tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan pola produksi pangan berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, implementasi SDG 12 diwujudkan melalui pengurangan limbah plastik melalui prinsip penggunaan kembali dan daur ulang. Pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam merupakan bentuk nyata dari upaya mengurangi produksi sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan. Program ini tidak hanya mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, tetapi juga mengubah cara pandang bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai fungsi baru.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi permasalahan di lingkungan masyarakat, perancangan inovasi, implementasi bersama masyarakat, hingga tahap evaluasi. Selain praktik pembuatan media tanam, kami juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan lahan sempit untuk mendukung ketahanan pangan. Tahapan ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga memahami manfaat jangka panjang dari program yang dilaksanakan.

dhfjgkhlkyert

Melalui kegiatan tersebut, hasil yang diharapkan tidak hanya berupa terciptanya kebun sederhana berbasis limbah plastik, tetapi juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru dalam mengelola sampah sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan ruang kecil di sekitar tempat tinggal sebagai lahan produktif. Jika dilakukan secara berkelanjutan dan diterapkan secara lebih luas, inovasi sederhana ini berpotensi memberikan dampak nyata dalam mengurangi limbah plastik sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Nama dan NIM penulis:

  1. Jihan Risanny (25080130061)
  2. Annas Zacky Annaba (25080130066)
  3. Albian Irsyad Rafid Nugroho (25080130071)
  4. Revania Karin Aylawati (25080130072)
  5. Daegalista Biantarisna (25080130077)
  6. Sifania Sahara Purnama (25080130222)

Dosen Pengampu:

Dr. Tristanti, S.Pd., M.Pd.

Link video dokumentasi:

https://youtu.be/eAhpBc94L30?si=-Q_-rSHenAYhvJ4K