Daily Nusantara, Palembang, 2 Agustus 2026 – Tawa anak-anak berpadu dengan senyum para ayah dan ibu memenuhi kawasan hijau Desa Qur’an Palembang pada Ahad (2/8). Di tengah suasana asri dengan pepohonan, sawah kecil, dan saung-saung belajar, ratusan momen sederhana berubah menjadi kenangan berharga dalam BERGEMA Goes To Palembang, sebuah gerakan yang mengajak keluarga kembali menemukan makna kebersamaan melalui bermain, belajar, dan bertumbuh bersama.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional Palembang dengan dukungan The Human Safety Net Indonesia dan “A” Home Team ini diikuti oleh 96 peserta, terdiri dari 37 ibu, 16 ayah, dan 43 anak. Mengusung semangat memperkuat kualitas relasi dalam keluarga, BERGEMA menghadirkan tiga sesi utama, yaitu Penyerahan Beasiswa THSN Indonesia, Aku dan Bapakku, serta Mini Workshop Pandu 45 yang dipandu langsung oleh Bapak Dodik Mariyanto dan Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Ibu Profesional
Yang membuat BERGEMA Palembang semakin istimewa adalah lokasi penyelenggaraannya di Desa Qur’an Palembang. Hamparan hijau, udara sejuk, dan suasana alam terbuka menghadirkan ruang bermain yang alami sehingga anak, ayah, dan ibu dapat menikmati setiap aktivitas dengan lebih leluasa dan penuh kehangatan.
Nuansa khas Palembang juga terasa sejak awal acara. Panitia mengenakan gandik, ikat kepala khas perempuan Palembang, sementara Bapak Dodik tampil dengan tanjak ungu yang serasi dengan sentuhan songket ungu pada busana Ibu Septi. Sentuhan budaya lokal tersebut menghadirkan suasana yang hangat sekaligus membanggakan identitas daerah.
Acara dibuka oleh MC Yuyun Yuliyani yang membawakan kegiatan dengan suara yang hangat, kuat, dan elegan sehingga mampu menghidupkan semangat seluruh peserta. Ketika lagu Homi dan Beebo diperdengarkan, anak-anak, ayah, dan ibu serempak menari bersama maskot Homi dan Beebo di lapangan terbuka. Keceriaan semakin terasa saat Martha Gusria, Sekretaris Regional Ibu Profesional Palembang, menyampaikan sambutan selamat datang yang kemudian dilanjutkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Learning Kit dan beasiswa pendidikan dari The Human Safety Net Indonesia kepada siswa-siswi keluarga rentan di Desa Qur’an Palembang.
Sesi Aku dan Bapakku menjadi salah satu momen paling berkesan. Melalui tiga tahapan Game, Gali, dan Gema, para ayah diajak hadir sepenuhnya untuk anak-anak mereka.
Permainan pertama, “Aku Berani Bersamamu”, mengajak ayah dan anak bekerja sama memecahkan balon sebagai simbol keberanian yang tumbuh ketika anak didampingi orang tua. Permainan kedua, “Ikuti dan Tebak Gayaku”, melatih anak memimpin sekaligus memperkuat komunikasi melalui permainan ekspresi hewan. Sementara permainan ketiga, “Kartu Misi Keluarga”, mendorong kreativitas, komunikasi, kerja sama, dan kebiasaan saling berbuat baik di dalam keluarga.
Setelah bermain, sesi Gali mengajak anak mengungkapkan perasaannya, menceritakan momen paling menyenangkan bersama ayah, sementara para ayah diajak merefleksikan pengalaman dan kesadaran baru yang mereka rasakan selama bermain. Selanjutnya pada sesi Gema, setiap keluarga menuliskan komitmen sederhana yang ingin mereka lakukan bersama dan menempelkannya di Pohon Komitmen BERGEMA, sebagai simbol langkah kecil yang akan terus bertumbuh di rumah.
Pada waktu yang bersamaan, para ibu mengikuti Mom’s Corner, sebuah Mini Workshop Pandu 45 yang dipandu langsung oleh Ibu Septi Peni Wulandani dengan sesi diskusi bersama Bapak Dodik Mariyanto. Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak memahami cara mengenali potensi, bakat, minat, dan keunggulan anak sejak dini. Suasana diskusi dibuat hangat melalui permainan, sesi saling mendengarkan, dan berbagi pengalaman sehingga menghadirkan ruang belajar yang bermakna bagi para ibu.
Menjelang akhir acara, seluruh keluarga kembali dipertemukan dalam satu tim untuk memainkan Game Detective, kemudian bersama-sama menyanyikan lagu “Keluarga Cemara” sebelum menutup rangkaian kegiatan dengan foto bersama. Satu per satu keluarga berpelukan, Ayah Ibu meneteskan air mata haru.
Berbagai kesan hangat mengalir dari para peserta. Banyak keluarga mengaku datang tanpa ekspektasi tinggi, namun pulang dengan hati yang jauh lebih penuh.
Monika Febrianti Utami, yang hadir bersama suami dan ketiga anaknya, mengungkapkan,
“Sangat seru sekali. Banyak ilmu yang didapatkan dan bisa langsung bertemu dengan Pak Dodik dan Bu Septi. Yang saya rasakan, anak-anak bisa bonding bersama ayahnya dan menjadi lebih ceria.”
Hal serupa dirasakan Dadang Safrizal seorang Ayah.
“Bagus ya, karena bisa mempererat lagi perasaan orang tua dengan anak. Main game ternyata bisa membangun kedekatan. Momen paling menyentuh saat permainan tebak-tebakan, kami jadi lebih saling membaca ekspresi.”
Sementara putranya, M. Azzam, menjawab dengan logat khas Palembang saat ditanya permainan favoritnya,
“Seru nian, ga ketebak duo ikok.”
Kesan positif juga memenuhi grup WhatsApp peserta dan Instagram Story @ibuprofesional_palembang.
“Masya Allah, suamiku dapat bonus bertemu di BERGEMA dan di bandara hari ini. Bahagianya pool banget.”
“Kayak nge-charge energi dan banyak dapat insight kehidupan.”
“Full ngasuh anak,” tulis seorang ayah disertai senyum bahagia.
Bahkan, salah satu peserta membagikan kisah yang menyentuh. Ia mengaku sedang mengalami konflik keluarga dan hampir membatalkan kehadiran. Namun di luar dugaan, sang suami bersedia datang bersama keluarga. Hari itu justru menjadi titik balik kebersamaan mereka.
“Suamiku sampai membuat status WhatsApp tentang acara hari ini. Dia bahagia sekali ikut BERGEMA.”
Bagi panitia, momen-momen sederhana inilah yang menjadi makna terbesar kegiatan tersebut. Habibah, salah satu panitia BERGEMA Palembang, mengatakan,
“Kadang yang dibutuhkan keluarga bukan liburan mewah atau momen yang sempurna. Cukup beberapa jam ketika setiap orang benar-benar hadir untuk satu sama lain.”
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bermain bersama merupakan salah satu cara paling efektif untuk membangun kualitas hubungan orang tua dan anak. Interaksi yang hangat melalui permainan membantu meningkatkan komunikasi, kelekatan emosional, rasa aman, serta kepercayaan diri anak. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten juga terbukti memperkuat hubungan keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui BERGEMA, Ibu Profesional bersama The Human Safety Net Indonesia terus menghadirkan ruang aman bagi keluarga Indonesia untuk kembali terhubung, saling mendengarkan, dan bertumbuh bersama. Sebab, keluarga yang kuat tidak selalu dibangun melalui momen-momen besar, melainkan melalui kehadiran yang utuh dalam kebersamaan sehari-hari.
Sampai jumpa di BERGEMA 2026 di kota selanjutnya!
Ibu Profesional Palembang
@ibuprofesional_palembang






