SAMARINDA, 22 Agustus 2026 — Sebuah permainan sederhana mempertemukan kembali ayah dan anak dalam suasana penuh tawa. Di tengah arena, sejumlah anak berteriak, “Ini pasti Bapakku!” dan “Ini Ayahku!” saat berusaha menemukan sosok ayah yang wajahnya tertutup sarung. Ada yang langsung berlari dalam pelukan, ada pula yang sempat menangis karena kesulitan menemukan ayahnya. Momen sederhana itu menjadi gambaran bahwa kehadiran dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi seorang anak.
Momen tersebut hadir dalam BERGEMA (Bergerak Berbagi Bersama) yang diselenggarakan Ibu Profesional Samkabar (Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat) pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Rumah Adat Kutai, Banjar, Dayak, Jalan Kadrie Oening, Kota Samarinda. Mengusung tagline “Growing Families, Growing Future”, BERGEMA menjadi bagian dari gerakan nasional Ibu Profesional yang dilaksanakan serentak di 50 kota di Indonesia.
Sebanyak 115 peserta yang terdiri atas ibu, bapak, dan anak mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang bukan sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai ruang untuk kembali menguatkan hubungan keluarga melalui bermain, berbagi, berefleksi, dan hadir satu sama lain.
“BERGEMA hadir untuk menggerakkan keluarga agar bertumbuh bersama. Ketika keluarga bertumbuh, kita sedang menyiapkan masa depan Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para ibu, bapak, dan anak untuk kembali merasakan bahwa kebersamaan dalam keluarga bukan hanya tentang hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan perhatian, waktu, dan kasih sayang.” — Enny, PIC Acara BERGEMA Ibu Profesional Samkabar
Dari Permainan hingga Pelukan: Belajar Hadir untuk Anak
Sejak memasuki area registrasi, anak-anak diajak mengenal suasana BERGEMA dengan mengenakan topi bermotif Dayak yang menampilkan karakter Homi. Keceriaan berlanjut saat pembukaan dipandu oleh MC bersama maskot Homi si Gajah dan Beebo si Lebah.
Peserta kemudian diajak mengikuti Dance BERGEMA bersama Homi dan Beebo. Uniknya, perpindahan peserta dari satu area ke area lain tidak dilakukan dengan cara biasa. Panitia mengajak ibu, bapak, dan anak bermain ular naga, sehingga perpindahan tempat pun berubah menjadi bagian dari pengalaman bermain bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan, penyerahan beasiswa kepada 10 anak usia dini, serta berbagai permainan yang secara khusus mempertemukan ayah dan anak.
Dalam sesi “Aku & Bapakku”, peserta mengikuti permainan Nanggok Jukut, yaitu permainan lempar tangkap bola dengan kelompok anak sebagai pelempar dan kelompok bapak yang berusaha menangkap bola menggunakan sarung sebagai jala. Permainan kemudian dilanjutkan dengan sesi “Temukan Ayah”, yang menghadirkan salah satu momen paling emosional sepanjang acara.
Anak-anak berusaha menemukan ayah mereka di antara para bapak yang wajahnya tertutup sarung. Teriakan kegembiraan terdengar ketika satu demi satu anak berhasil mengenali ayahnya. Namun, ada seorang anak yang kesulitan menemukan sang ayah hingga akhirnya menangis. Ketika ayahnya berhasil ditemukan, tangis tersebut berubah menjadi momen haru yang memperlihatkan betapa kuatnya rasa aman yang hadir dari sosok ayah bagi seorang anak.
Bagi para orang tua, permainan tersebut juga menjadi ruang belajar. Beberapa bapak terlihat tetap sabar menemani anak bermain, termasuk ketika anak mulai rewel atau mengalami perubahan suasana hati. Hal-hal kecil semacam itu menjadi bagian penting dari pesan BERGEMA: pengasuhan bukan hanya tugas ibu, tetapi perjalanan bersama seluruh anggota keluarga.
Rumah Lamin dan Bunga untuk Ibu
Kebersamaan ayah dan anak berlanjut melalui kegiatan membuat Rumah Lamin, yang menjadi ruang bagi peserta untuk bekerja sama dan mengenal kembali unsur budaya lokal dalam suasana bermain.
Setelah rangkaian permainan, peserta memasuki sesi “Gali” sebagai ruang refleksi. Anak-anak kemudian mengikuti kegiatan “Gema Membuat Buket Bunga”.
Pada penghujung acara, sebuah kejutan sederhana menjadi salah satu momen paling menghangatkan hati. Para bapak dan anak memberikan rangkaian bunga kepada ibu. Bunga yang diberikan bukan hanya menjadi hasil karya dari sebuah aktivitas, tetapi juga simbol apresiasi kepada ibu atas peran dan kasih sayangnya dalam keluarga.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga dapat tumbuh ketika setiap anggotanya memiliki ruang untuk saling melihat, menghargai, dan menguatkan.
Bergerak Bersama untuk Indonesia Emas 2045
BERGEMA hadir dengan semangat “Growing Families, Growing Future” sebagai respons terhadap tantangan pengasuhan keluarga Indonesia saat ini, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, mengurangi kelelahan ibu melalui dukungan yang lebih kuat, serta mendorong stimulasi yang rutin bagi anak usia dini.
Gerakan ini menjadi bagian dari upaya Ibu Profesional untuk mengajak seluruh anggotanya bergerak, berbagi, dan bertumbuh bersama di 50 kota di Indonesia sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Di Samarinda, semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang sekaligus menjadi ruang berbagi. Ibu Profesional Samkabar berkolaborasi dengan The Human Safety Net Indonesia (THSN) dalam menyalurkan dukungan beasiswa bagi 10 anak usia dini di Samarinda.
“Ketika satu keluarga mau meluangkan waktu untuk bermain bersama, mendengarkan satu sama lain, dan saling menguatkan, di situlah masa depan sedang dibentuk. BERGEMA ingin membawa pesan bahwa menyiapkan generasi masa depan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia dimulai dari seorang ayah yang mau bermain, seorang ibu yang merasa didukung, dan seorang anak yang merasa dicintai.”
Kolaborasi yang Menghidupkan Gerakan
BERGEMA Ibu Profesional Samkabar terselenggara atas dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, yaitu Ibu Profesional Samkabar, The Human Safety Net Indonesia (THSN) dan Ibu Profesional. Kegiatan ini juga didukung oleh TEMPO dan CANTIKA sebagai media partner.
Adapun sponsor yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan meliputi Blooming Bakehouse Homemade Bake House, Ali Percetakan, Indonesia Real Food Movement, MyMiniMe Samarinda, Playdate Samarinda, Optik Berkah Samarinda, Desain.Fid, Amaany Gold Samarinda, Darz Homemade, AkamannaF Babyshop, Storykan Momentmu, Lisweet Patisserie, Hana Kitchen HK, Laz Zakat Kita Bersama, Albirru Baby Spa Samarinda, Coconey Mom Baby Care, serta Ibu Peri Samkabar.
Dari 50 kota, BERGEMA membawa satu suara yang sama: keluarga yang bertumbuh hari ini adalah fondasi bagi masa depan yang lebih baik.
Di Samarinda, suara itu bergema melalui tawa anak-anak, langkah ayah dan ibu yang bermain bersama, pelukan setelah permainan usai, serta bunga yang diberikan kepada ibu.
Karena masa depan tidak hanya dibangun di ruang kelas atau ruang-ruang besar. Masa depan juga tumbuh dari rumah dari keluarga yang memilih untuk hadir, bertumbuh, dan bergerak bersama.
Tentang Ibu Profesional Samkabar
Ibu Profesional Samkabar merupakan komunitas Ibu Profesional yang menaungi wilayah Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat.
Informasi lebih lanjut:
Instagram: @ip_samkabar
Email: ibuprofesional.samkabar@gmail.com
Website: www.ibuprofesional.com






