Kwasen, Pekalongan – Upaya pemberdayaan ibu rumah tangga terus didorong di Desa Kwasen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Perencanaan Bisnis dan Pemasaran Dasar untuk Membangun Usaha Rumahan Berkelanjutan bagi IRT Desa Kwasen yang dilaksanakan oleh Syafa Jannatin Aliya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro pada 21 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Dukuh Binangun tersebut menyasar ibu-ibu pengajian Fatayat Dukuh Binangun. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai perencanaan usaha dan pemasaran, khususnya bagi ibu rumah tangga yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha dari rumah.
Pelaksanaan kegiatan ini berawal dari arahan Kepala Dukuh Binangun untuk mengadakan kegiatan yang dapat memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di wilayahnya. Pemberdayaan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi ibu rumah tangga untuk melakukan kegiatan produktif sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Arahan tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan edukasi mengenai dasar-dasar bisnis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi disusun dengan mempertimbangkan kondisi usaha rumahan sehingga dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta, baik bagi yang sudah memiliki usaha maupun yang baru memiliki keinginan untuk memulai.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai perencanaan bisnis dasar, mulai dari menentukan ide usaha, mengenali kebutuhan konsumen, menentukan target pasar, hingga mempertimbangkan produk yang akan ditawarkan. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya menghitung biaya yang dikeluarkan dan menentukan harga jual agar kegiatan usaha dapat memberikan keuntungan dan tetap berjalan dalam jangka panjang.
Perencanaan usaha menjadi salah satu hal yang penting karena usaha rumahan sering kali dimulai dari hal yang sederhana. Keterampilan memasak, membuat makanan, menjahit, membuat kerajinan, atau mengolah bahan yang tersedia di sekitar dapat menjadi peluang untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan perencanaan agar usaha yang dijalankan memiliki arah yang jelas.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pemasaran dasar. Peserta diajak memahami bahwa kegiatan pemasaran bukan sekadar menjual produk, tetapi juga bagaimana membuat produk dikenal oleh calon konsumen. Penentuan target pasar menjadi salah satu bagian yang dibahas agar pemilik usaha dapat menyesuaikan produk dan cara promosinya dengan calon pembeli.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara memanfaatkan media yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari untuk melakukan promosi. Pemasaran produk tidak selalu membutuhkan biaya besar. Media komunikasi dan platform digital yang telah digunakan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada lingkungan sekitar maupun calon konsumen yang lebih luas.
Hal-hal sederhana dalam promosi juga menjadi bagian dari pembahasan, seperti penggunaan foto produk yang menarik, penyampaian informasi produk secara jelas, mencantumkan harga, serta membuat kalimat promosi yang mudah dipahami. Langkah tersebut dapat membantu calon konsumen mendapatkan informasi mengenai produk sebelum melakukan pembelian.
Penyampaian materi berlangsung dengan suasana yang interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai usaha. Diskusi tersebut membuat pembahasan menjadi lebih dekat dengan kondisi yang mungkin dihadapi oleh ibu rumah tangga dalam menjalankan usaha.
Salah satu hal yang turut diperhatikan dalam kegiatan ini adalah pengelolaan usaha yang tetap menyesuaikan dengan aktivitas rumah tangga. Bagi ibu rumah tangga, menjalankan usaha dari rumah perlu disesuaikan dengan waktu dan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, usaha tidak harus langsung dimulai dalam skala besar, tetapi dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan sumber daya yang tersedia.
Konsep usaha berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi. Keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh banyaknya produk yang terjual, tetapi juga oleh kemampuan pemilik usaha dalam menjaga kualitas, mengelola keuangan, mempertahankan pelanggan, dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha.
Melalui pembekalan tersebut, ibu-ibu pengajian Fatayat Dukuh Binangun diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika ingin memulai atau mengembangkan usaha rumahan. Pengetahuan dasar mengenai bisnis dan pemasaran dapat menjadi bekal untuk mengubah keterampilan yang sudah dimiliki menjadi kegiatan ekonomi yang lebih terarah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Kwasen. Ilmu mengenai administrasi bisnis yang diperoleh di bangku perkuliahan diterapkan dalam bentuk edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pengembangan usaha dan pemasaran.
Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pengembangan usaha rumahan memiliki potensi untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga. Ketika keterampilan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, peluang untuk memperoleh pendapatan tambahan pun dapat terbuka.
Meski demikian, membangun usaha tidak harus selalu dimulai dengan modal besar. Usaha dapat diawali dari keterampilan yang sudah dimiliki, produk sederhana, serta lingkungan sekitar sebagai pasar pertama. Dengan perencanaan yang tepat dan pemasaran yang dilakukan secara konsisten, usaha tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pemiliknya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 21 Juli 2026 ini, diharapkan upaya pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga di Dukuh Binangun tidak berhenti pada pemberian materi saja. Pengetahuan mengenai perencanaan bisnis dan pemasaran dasar diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenali potensi yang dimiliki, membuka peluang usaha dari rumah, dan pada akhirnya turut meningkatkan kemandirian serta perekonomian keluarga.






