Daily Nusantara, Bandung – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta melaksanakan kegiatan studi komparatif sebagai upaya memperkuat arah transformasi gerakan mahasiswa yang lebih progresif, inovatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan serta membangun sinergi antar organisasi mahasiswa lintas kampus.
Studi komparatif ini dihadiri oleh berbagai elemen organisasi mahasiswa, di antaranya DEMA FDIKOM UIN Jakarta, DEMA FDK UIN Bandung, DEMA FDKI UIN Cirebon, serta BEM FAI UIA Asy Syafiiyah. Kehadiran lintas kampus ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun gerakan mahasiswa yang tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman melalui kolaborasi yang kuat dan terarah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman, strategi organisasi, serta inovasi program kerja yang telah dijalankan masing-masing lembaga. Diskusi yang berlangsung secara dinamis membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, hingga peran mahasiswa dalam merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun arah baru gerakan mahasiswa. Ia menegaskan, “Studi komparatif ini adalah ruang belajar bersama yang sangat penting. Kita tidak hanya datang untuk bertukar program, tetapi juga merumuskan bagaimana organisasi mahasiswa mampu bertransformasi menjadi lebih adaptif, responsif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.”
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kampus sebagai kekuatan utama dalam gerakan mahasiswa. “Perubahan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antar organisasi agar gerakan mahasiswa memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Dari Bandung ini, kita ingin membawa semangat perubahan yang nyata untuk organisasi masing-masing,” tambahnya.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif, di mana setiap delegasi menyampaikan pandangan serta pengalaman organisasi mereka. Berbagai gagasan inovatif muncul sebagai hasil dari dialog tersebut, mulai dari penguatan sistem kaderisasi yang lebih terstruktur hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung gerakan mahasiswa yang lebih modern dan efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun jejaring yang solid antar organisasi mahasiswa lintas kampus. Studi komparatif tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga sebagai titik awal kolaborasi yang lebih luas dalam mengawal isu-isu strategis serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
DEMA FDIKOM UIN Jakarta menegaskan bahwa transformasi gerakan mahasiswa adalah sebuah keniscayaan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif dan berkelanjutan agar organisasi mahasiswa tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai penutup, semangat yang dibawa dari Bandung diharapkan tidak berhenti pada forum ini saja, tetapi dapat diimplementasikan dalam kerja-kerja organisasi di masing-masing kampus. Dengan semangat kolektivitas dan inovasi, gerakan mahasiswa diyakini akan terus tumbuh menjadi kekuatan perubahan yang progresif dan berdampak luas.






