DAILY NUSANTARA, JAKARTA – Penguatan profesi geologi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan nasional. Di tengah perkembangan industri pertambangan, energi, serta meningkatnya risiko kebencanaan, keberadaan tenaga ahli geologi semakin dibutuhkan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) periode 2023–2026, STJ Budi Santoso, S.T., M.Econ.Geol., menjadi salah satu figur yang mendorong penguatan peran profesi geologi di Indonesia.

Budi terpilih sebagai Ketua Umum IAGI pada Oktober 2023. Penunjukan tersebut melanjutkan perjalanan panjangnya dalam organisasi profesi geologi yang telah dimulai sejak keterlibatannya di Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI).

Perjalanan Panjang dalam Organisasi Geologi

Keterlibatan Budi Santoso dalam organisasi geologi dimulai sejak awal gagasan pembentukan MGEI pada 2007.

Sejak 2008, ia aktif menjalankan berbagai tanggung jawab organisasi, termasuk bidang hubungan eksternal dan internasional serta kepanitiaan konvensi tahunan.

Pengalaman organisasinya semakin berkembang ketika dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal MGEI periode 2014–2018. Setelah itu, ia menjabat sebagai Ketua MGEI mulai 2018.

Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya mengenai pentingnya organisasi profesi sebagai ruang komunikasi, pengembangan kompetensi, dan pertukaran pengetahuan antarpraktisi geologi.

Ketika dipercaya memimpin IAGI, tanggung jawab tersebut semakin luas karena organisasi ini memiliki anggota dari berbagai latar belakang keilmuan dan bidang pekerjaan.

Memperkuat Kompetensi Ahli Geologi Indonesia

Salah satu tantangan profesi geologi adalah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.

Eksplorasi mineral, pengembangan energi, mitigasi bencana, hingga perlindungan lingkungan membutuhkan kemampuan analisis yang semakin kompleks.

Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan profesi geologi.

Budi Santoso mendorong agar para ahli geologi terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kemampuan teknis, serta membangun jejaring profesional.

Organisasi profesi juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara kalangan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, hasil penelitian dan kajian geologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Mendorong Geosains dalam Kebijakan Publik

Tidak hanya berkaitan dengan industri pertambangan, Budi juga mendorong agar keilmuan geologi lebih diperhatikan dalam proses penyusunan kebijakan publik.

Dalam kegiatan High Level Talkshow & Focus Group Discussion di Jakarta pada 26 Januari 2026, ia menekankan pentingnya pemanfaatan geosains sebagai referensi dalam penyusunan regulasi.

“Geosains harus digunakan sebagai salah satu referensi penting dalam penyusunan regulasi, baik dalam bentuk peraturan maupun keputusan, terutama yang berkaitan dengan tata ruang dan pengelolaan wilayah,” ujarnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa profesi geologi memiliki kontribusi yang lebih luas daripada sekadar eksplorasi mineral.

Keahlian geologi juga dibutuhkan untuk memahami kondisi wilayah, potensi sumber daya, risiko bencana, serta dampak pembangunan terhadap lingkungan.

Membangun Regenerasi Ahli Geologi

Penguatan profesi tidak dapat dilepaskan dari regenerasi sumber daya manusia.

Budi Santoso menunjukkan perhatian terhadap pengembangan generasi muda melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi mahasiswa.

Pada 23 September 2024, ia meresmikan Seksi Mahasiswa Ikatan Ahli Geologi Indonesia (SM-IAGI) di Universitas Negeri Padang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas ruang kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi.

Menurutnya, mahasiswa geologi perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal perkembangan industri serta berbagai tantangan nyata yang dihadapi sektor kebumian.

Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Menjadikan Organisasi Profesi Lebih Berdampak

Kepemimpinan organisasi profesi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi perkembangan keilmuan dan kepentingan publik.

Dalam konteks tersebut, IAGI memiliki ruang strategis untuk mendorong dialog ilmiah, pertukaran pengalaman, dan penyampaian rekomendasi berbasis kajian geologi.

Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAGI ke-55 yang dirangkaikan dengan GEOSEA XIX Convention & Exhibition 2026 di Yogyakarta pada 2–5 November 2026 menjadi salah satu momentum penting.

Forum tersebut mempertemukan ahli geologi Indonesia dan Asia Tenggara untuk membahas pengelolaan sumber daya geologi, mitigasi bahaya kebumian, serta pelestarian warisan geologi.

Melalui kepemimpinannya, Budi Santoso mendorong agar organisasi profesi tidak hanya menjadi tempat berhimpun para ahli, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.