TRENGGALEK, DAILYNUSANTARA.COM — Kesehatan mata memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan belajar peserta didik. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat menyulitkan siswa membaca buku, melihat tulisan di papan, maupun mengikuti pembelajaran secara optimal.
Sebagai bagian dari kepedulian terhadap kesehatan penglihatan masyarakat, Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Pengurus Cabang Tulungagung–Trenggalek–Blitar melaksanakan audiensi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Salah satu agenda utama dalam audiensi tersebut adalah rencana pelaksanaan bakti sosial pemeriksaan mata bagi peserta didik di Kabupaten Trenggalek.
Diterima Jajaran Dinkes PPKB Trenggalek
Pertemuan diterima oleh drg. Andiek Muarifin, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek.
Turut hadir Prastowo, SKM, MMKes, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan; dr. Bakhtiar Arifin, Plt. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan; Joko Waluyo BT, S.Kep., Ners., M.Kes; serta Retno Dwi Susanti, STP.
Sementara dari GAPOPIN hadir Ahmad Bisri, Ketua Pengcab Tulungagung–Trenggalek–Blitar; Dhandung, Wakil Ketua; dan Ali Mursalin, Sekretaris.
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi pengusaha optik dalam mendukung program kesehatan penglihatan yang lebih terarah.
Pemeriksaan Mata Direncanakan Setelah UTS
Berdasarkan hasil audiensi, kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata direncanakan dilaksanakan setelah Ujian Tengah Semester (UTS).
Sasaran kegiatan adalah Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek atau sekolah lain yang masuk dalam agenda Dinkes PPKB.
Sebelum kegiatan berlangsung, pihak Dinkes PPKB direncanakan melakukan skrining awal kepada peserta didik untuk mengidentifikasi siswa yang membutuhkan perhatian lebih lanjut terkait kesehatan penglihatannya.
Selanjutnya, siswa yang membutuhkan akan diikutsertakan dalam kegiatan bakti sosial GAPOPIN.
Melalui mekanisme tersebut, pelayanan diharapkan dapat diarahkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lanjutan sesuai hasil skrining.
Program ini masih berada dalam tahap perencanaan dan koordinasi. Jadwal pelaksanaan serta jumlah peserta akan bergantung pada tindak lanjut bersama pihak terkait.
Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Penglihatan
Pemeriksaan mata pada anak usia sekolah menjadi salah satu upaya penting untuk mengenali gangguan penglihatan sedini mungkin.
Anak yang mengalami kesulitan melihat jauh, membaca tulisan, atau sering mengeluhkan penglihatan kabur perlu mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga yang kompeten.
Deteksi dini membantu menentukan apakah peserta didik memerlukan pemeriksaan lanjutan, koreksi penglihatan, atau rujukan sesuai kondisi masing-masing.
Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi yang bergerak di bidang optik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata.
Pembinaan Optik Berizin Juga Menjadi Perhatian
Selain program pemeriksaan mata, audiensi membahas upaya meningkatkan tertib perizinan dan profesionalisme usaha optik.
Salah satu program yang dibicarakan adalah stikerisasi optik berizin.
Dinkes PPKB mengarahkan agar program tersebut dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek.
Koordinasi dengan instansi perizinan diperlukan agar informasi mengenai legalitas optik dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi masyarakat, memilih sarana optik yang resmi dan memenuhi persyaratan merupakan langkah penting dalam memperoleh pelayanan yang profesional.
Regulasi Promosi dan Komunikasi Organisasi
Dalam pertemuan itu, turut dibahas persoalan promosi serta pemberian diskon oleh usaha optik.
Berdasarkan hasil audiensi, persoalan tersebut menjadi ranah pembinaan organisasi GAPOPIN, sedangkan Dinkes PPKB akan mempelajari regulasi lain yang masih berlaku.
Berbagai hal yang masih memerlukan pendalaman akan dikomunikasikan lebih lanjut pada kesempatan berikutnya.
Untuk mempermudah koordinasi antara kedua pihak, Retno Dwi Susanti, STP, ditunjuk sebagai narahubung atau PIC komunikasi Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek dengan GAPOPIN.
Harapan untuk Kesehatan Mata Masyarakat
Audiensi GAPOPIN Pengcab Tulungagung–Trenggalek–Blitar bersama Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek diharapkan menjadi langkah awal koordinasi program yang berkelanjutan.
Melalui rencana bakti sosial pemeriksaan mata bagi pelajar, pembinaan optik berizin, dan penguatan komunikasi kelembagaan, GAPOPIN berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan penglihatan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha optik, tetapi juga mendukung tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mata sejak usia sekolah.






