PAYAKUMBUH, 25 Oktober 2026 – Di tengah tantangan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah sekitar, kegiatan BERGEMA (Berbagi, Bergerak Bersama) Ibu Profesional Payakumbuh–Lima Puluh Kota tetap berlangsung dengan penuh semangat. Bertempat di Nafazi Garden, Payakumbuh, kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini mengusung tema Aku dan Bapakku: Nature Walk, sebagai ruang kebersamaan untuk memperkuat ikatan emosional (bonding) antara ayah dan anak.

Acara pembukaan diawali dengan Tari Pasambahan yang dibawakan oleh panitia. Tarian tradisional Minangkabau ini menjadi simbol keramahan dan kehangatan tuan rumah dalam menyambut para tamu, sekaligus wujud pelestarian nilai-nilai kesantunan adat Alam Minangkabau.

Di hadapan para peserta yang terdiri atas 31 ayah, 57 bunda, dan 76 anak, Fasilitator Utama BERGEMA Nasional, Ratna Palupi dan Yanie, bersama Sekretaris Jenderal Ibu Profesional, tampil anggun menuju panggung di dalam hall. Mereka mengenakan Tangkuluak Kompong, penutup kepala khas perempuan Minangkabau yang menjadi bagian dari kekayaan budaya dan identitas perempuan di Ranah Minang.

Nature Walk, Momen Spesial Ayah dan Anak

Keseruan BERGEMA berlanjut melalui sesi ADB (Aku dan Bapakku) dengan tema Nature Walk. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menelusuri rute berdasarkan peta yang telah disiapkan panitia. Di setiap pos, fasilitator dan relawan telah bersiap menyambut peserta dengan berbagai permainan yang menantang sekaligus menyenangkan.

Rasa penasaran dan antusiasme terlihat dari wajah para ayah dan anak ketika tiba di setiap pos. Anak-anak tampak semakin bersemangat, tertawa lepas, dan lebih percaya diri karena mendapatkan dukungan langsung dari ayah mereka. Dalam kegiatan ini, ayah benar-benar menjadi pahlawan bagi anak-anaknya, sekaligus penyemangat bagi tim masing-masing.

Beragam permainan tradisional menjadi sarana untuk membangun kekompakan, melatih kesabaran, dan mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak. Permainan estafet air, tarik tambang, lompat tali, hingga bermain upiah menjadi bagian dari rangkaian aktivitas yang menghidupkan suasana.

Upiah merupakan permainan menggunakan pelepah pinang tua yang lebar sebagai alas untuk dinaiki anak, sementara ayah bertugas menariknya. Anak harus menjaga keseimbangan agar tubuhnya tidak oleng ke kanan maupun ke kiri. Permainan sederhana ini tidak hanya menghadirkan tawa, tetapi juga melatih keberanian, keseimbangan, dan kepercayaan anak kepada ayahnya.

Setiap pos menghadirkan pengalaman berbeda yang semakin mempererat bonding ayah dan anak. Mereka larut dalam permainan dan menikmati momen we time yang mungkin tidak selalu mudah didapatkan di tengah kesibukan sehari-hari. Kebahagiaan mereka bahkan turut dirasakan oleh tim pengamat dan dokumentasi yang menyaksikan keseruan kegiatan tersebut.

Mom’s Corner, Ruang Belajar dan Refleksi bagi Para Bunda

Ketika para ayah dan anak menikmati kegiatan di luar ruangan, sesi Bunda Hebat atau Mom’s Corner berlangsung di dalam hall. Para narasumber dari Ibu Profesional Pusat mengajak para bunda mendalami wawasan tentang pengasuhan serta tumbuh kembang anak melalui berbagai simulasi dan permainan edukatif.

Penyampaian materi yang interaktif, diselingi permainan seru dan humor, membuat suasana belajar terasa menyenangkan. Para bunda tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diajak merefleksikan kembali peran mereka dalam mendampingi anak bertumbuh dan berkembang.

Suasana semakin hangat ketika para bunda mendapat kesempatan menulis surat cinta untuk ayah, untuk anak, dan untuk diri sendiri. Aktivitas ini menjadi ruang untuk mengungkapkan perasaan, menyampaikan apresiasi, serta merefleksikan perjalanan dalam membangun keluarga.

Surat cinta yang ditujukan kepada ayah kemudian dibacakan langsung oleh para ayah di hadapan peserta pada sesi penutup, ketika seluruh peserta kembali berkumpul di dalam hall. Momen tersebut menghadirkan suasana emosional sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya komunikasi dan ungkapan kasih sayang dalam keluarga.

Kebersamaan yang Menghadirkan Makna

Rangkaian kegiatan BERGEMA memasuki sesi akhir melalui kegiatan Aku dan Bapakku: Nature Walk di Pos 5, yakni sesi Gali dan Gema. Para ayah dan anak dari enam kelompok kembali berkumpul untuk menikmati hidangan tradisional bersama.

Meski tubuh lelah dan pakaian dibasahi keringat, raut bahagia dan kepuasan terpancar dari wajah para peserta. Kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi para ayah dan bunda.

Antusiasme peserta terlihat dari harapan agar kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada masa mendatang. Anak-anak bahkan mengungkapkan keinginan untuk kembali bermain bersama Beebo dan Hommy. Sementara itu, para bunda merasa mendapatkan suntikan semangat serta wawasan baru dalam menjalani kehidupan berumah tangga, terutama dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati.

Bagi para ayah, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat ikatan dengan anak. Kesibukan mencari nafkah kerap menyita waktu kebersamaan keluarga. Bahkan ketika berada di rumah, perhatian terkadang masih terbagi dengan pekerjaan atau penggunaan gawai, sehingga waktu berkualitas bersama anak menjadi berkurang.

Melalui BERGEMA, para ayah diajak kembali menyadari pentingnya hadir secara utuh dalam kehidupan anak. Kehadiran tersebut bukan sekadar berada di dekat mereka secara fisik, melainkan juga menyediakan waktu untuk mendengarkan, bermain, memahami perasaan, dan memberikan perhatian yang tulus.

Kegiatan Aku dan Bapakku: Nature Walk menjadi pengingat bahwa kedekatan ayah dan anak dapat dibangun melalui hal-hal sederhana. Bermain bersama, saling menyemangati, dan berbagi cerita merupakan pengalaman yang dapat memperkuat rasa aman serta kepercayaan anak kepada orang tuanya.

Lebih dari sekadar kegiatan rekreasi, BERGEMA menjadi momentum bagi para ayah untuk kembali menyelami kebutuhan dasar anak akan kasih sayang, sentuhan hangat, perhatian, dan kehadiran yang bermakna. Harapannya, kehangatan yang tercipta selama kegiatan tidak berhenti ketika acara usai, tetapi terus tumbuh dalam keseharian keluarga.

Melalui semangat berbagi dan bergerak bersama, Ibu Profesional Payakumbuh–Lima Puluh Kota berharap BERGEMA dapat menjadi salah satu langkah nyata untuk menghadirkan keluarga yang lebih dekat, hangat, dan saling mendukung.

Ibu Profesional Payakumbuh–Lima Puluh Kota
Instagram: @ippayakumbuhlk