Tabanan PR — Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelepasan langsung Kontingen Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabanan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kabupaten Tabanan serta penyerahan bantuan kepada kelompok tani dan masyarakat secara simbolis yang bersumber dari APBD maupun APBN. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Senin (15/6).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, Tim Koordinasi Penyuluhan Pertanian Kabupaten Tabanan, Ketua KTNA Kabupaten Tabanan, jajaran penyuluh pertanian, serta para peserta Kontingen PENAS XVII KTNA Kabupaten Tabanan yang akan mewakili daerah dalam ajang nasional tersebut. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, dan para penyuluh dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Tabanan.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa keikutsertaan Kontingen KTNA Kabupaten Tabanan dalam Pekan Nasional (PENAS) XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni mendatang bukan sekadar memenuhi agenda kegiatan semata. Menurutnya, ajang tersebut merupakan momentum strategis untuk memperluas wawasan, mempererat jejaring dan silaturahmi antar pelaku pertanian dari seluruh Indonesia, sekaligus menyerap berbagai inovasi, teknologi, serta pengalaman baru yang dapat diterapkan guna memperkuat dan memajukan sektor pertanian di Kabupaten Tabanan.

“PENAS ini bukan hanya tentang hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi bagaimana kita belajar, berbagi pengalaman, dan menyerap ilmu baru agar pertanian Tabanan semakin maju. Jangan sampai kita menjadi katak dalam tempurung, karena perkembangan teknologi dan inovasi pertanian bergerak sangat cepat,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa Tabanan memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan strategis. Sebagai lumbung pangan Bali, Tabanan didukung oleh bentang alam yang lengkap mulai dari pegunungan, sungai, danau, kawasan pertanian hingga wilayah pesisir yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Potensi tersebut menurutnya harus terus dijaga dan dikembangkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, termasuk peran KTNA dan para penyuluh pertanian.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa Kabupaten Tabanan saat ini masih mempertahankan sekitar 82 persen kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang menjadi aset penting bagi keberlanjutan sektor pertanian. Selain itu, Tabanan juga mewarisi sistem Subak yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO dan hingga kini tetap relevan dalam mendukung tata kelola pertanian masyarakat.

“Tabanan dianugerahi potensi yang luar biasa. Kita memiliki lahan pertanian yang luas, sistem Subak yang telah diakui dunia, serta sumber daya alam yang lengkap dari hulu hingga hilir. Ini merupakan warisan yang harus kita jaga, lestarikan, dan jadikan sebagai kekuatan serta daya saing daerah, terlebih sektor pertanian hingga saat ini tetap menjadi sektor strategis yang tidak akan pernah tergantikan,” tegas Sanjaya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani dan masyarakat secara simbolis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Melalui penguatan sumber daya manusia pertanian, dukungan sarana produksi, serta sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Tabanan optimistis dapat terus menjaga eksistensinya sebagai lumbung pangan Bali sekaligus mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.