Daily Nusantara, Jakarta – Banyak bisnis lahir dari peluang pasar. Namun bagi Lizzy, pendiri Kaluku Dish Bar, semuanya berawal dari sebuah pertanyaan sederhana yang muncul saat melakukan aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Sebagai seseorang yang kerap merasa tangannya tidak nyaman setelah mencuci piring, Lizzy sempat bertanya-tanya apakah pengalaman tersebut hanya dirasakan oleh dirinya sendiri atau juga dialami oleh orang lain.

Alih-alih langsung mengembangkan produk, Lizzy memilih untuk mencari tahu terlebih dahulu.

Melalui akun media sosial pribadinya di platform X (Twitter), ia membagikan sebuah survei sederhana mengenai pengalaman masyarakat saat mencuci piring dan menggunakan produk pembersih dapur sehari-hari.

Respons yang diterima jauh melampaui ekspektasinya.

Dalam waktu singkat, hampir 1.000 orang ikut berpartisipasi. Banyak responden membagikan pengalaman yang mirip, mulai dari tangan yang terasa kering, perih, hingga mengalami ketidaknyamanan setelah aktivitas mencuci piring.

“Saya awalnya mengira pengalaman yang saya rasakan cukup spesifik dan mungkin tidak banyak dialami orang lain. Ternyata setelah survei dibagikan, hampir seribu orang ikut mengisi dan banyak yang memiliki cerita serupa. Dari situlah saya mulai berpikir bahwa mungkin ada kebutuhan yang belum banyak dibicarakan,” ujar Lizzy, Founder Kaluku Dish Bar.

Temuan tersebut menjadi titik awal lahirnya Kaluku Dish Bar.

Namun, perjalanan Kaluku Dish Bar tidak dimulai dari laboratorium besar maupun perusahaan manufaktur berskala nasional. Saat mulai mengembangkan ide tersebut, Lizzy masih bekerja penuh waktu sebagai karyawan dan memulai proses research and development (R&D) pada malam hari serta akhir pekan.

“Saya bukan entrepreneur yang sudah berpengalaman. Saat memulai Kaluku Dish Bar, saya masih bekerja full-time dan mengembangkan semuanya sedikit demi sedikit setelah pulang kantor. Awalnya saya hanya ingin memahami masalah yang saya alami sendiri dan mencari alternatif yang ingin saya gunakan di rumah.”

Dalam proses tersebut, Lizzy mulai mempelajari berbagai aspek pengembangan produk, mulai dari bahan baku, formulasi, regulasi, pengemasan, hingga perilaku konsumen. Ia juga mulai memperhatikan bagaimana produk rumah tangga yang digunakan setiap hari memiliki keterkaitan dengan isu keberlanjutan yang lebih luas.

“Suatu hari saya menyadari bahwa keputusan yang kita ambil di dapur setiap hari sebenarnya memiliki dampak yang lebih besar dari yang kita bayangkan. Produk yang kita pilih, kemasan yang kita buang, dan kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari semuanya saling terhubung.”

Dari kombinasi keresahan pribadi, masukan konsumen, dan ketertarikan terhadap gaya hidup yang lebih berkelanjutan, lahirlah Kaluku Dish Bar.

Menghadirkan Alternatif untuk Dapur Modern

Produk pertama yang diperkenalkan adalah Kaluku Dish Bar Lemongrass 100 gram, sabun cuci piring batang berbahan dasar tumbuhan dengan minyak kelapa sebagai salah satu bahan utamanya.

Kaluku Dish Bar Lemongrass dirancang untuk membantu membersihkan minyak, lemak, dan sisa makanan pada peralatan dapur sehari-hari sekaligus menghadirkan pengalaman penggunaan yang nyaman.

Produk ini memiliki aroma lemongrass yang segar dan menghasilkan busa melimpah untuk membantu proses pencucian peralatan makan dan memasak.

Kaluku Dish Bar telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor PKRT 20301620186 dan diproduksi sepenuhnya di Indonesia.

Selain fokus pada formulasi produk, Kaluku Dish Bar juga mengadopsi pendekatan kemasan minim plastik sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dalam kategori produk rumah tangga.

UMKM yang Tumbuh Bersama Komunitas

Selain menghadirkan produk berbahan dasar tumbuhan, Kaluku Dish Bar juga berupaya membangun rantai pasok yang melibatkan komunitas lokal di Indonesia.

Berbagai komponen produk dan aksesori pendukung Kaluku Dish Bar dikerjakan bersama petani, pengrajin, dan mitra produksi dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Seluruh produk Kaluku Dish Bar dikembangkan dan diproduksi di Indonesia. Bagi Lizzy, membangun brand lokal bukan hanya tentang menciptakan produk, tetapi juga membuka peluang bagi komunitas yang terlibat di baliknya.

“Sejak awal saya ingin Kaluku Dish Bar tumbuh bersama banyak pihak. Karena itu kami berupaya bekerja sama dengan petani, pengrajin, dan mitra produksi lokal sebagai bagian dari perjalanan brand ini. Saya percaya produk yang baik bukan hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga menciptakan nilai bagi orang-orang yang terlibat dalam proses pembuatannya.”

Meski masih berada pada tahap awal pertumbuhan, Kaluku Dish Bar berkomitmen untuk terus mengembangkan produk kitchen cleaning yang praktis, relevan dengan kebutuhan rumah tangga modern, serta mendukung ekosistem produksi lokal Indonesia.