Penulis : Dzia Ulhaq Rohadatul A, Puspita Hanggit Lestari, Mia Fatma Ekasari
Daily Nusantara, Sambada – Upaya menjaga kesehatan lansia tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengobatan. Deteksi dini, pemahaman tentang penyakit, dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting untuk membantu lansia menjalani masa tua dengan lebih sehat dan berkualitas. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Poltekkes Kemenkes Jakarta III melalui program pengabdian kepada masyarakat menghadirkan SEMBADA, sebuah program pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengelolaan hipertensi pada lansia.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Meningkatkan Pola Hidup Sehat Lansia Hipertensi dengan SEMBADA” ini dilaksanakan melalui kegiatan skrining kesehatan lansia di Posyandu Lansia RW 02, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Keperawatan dan Jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM). Sebanyak 50 lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan melibatkan kader kesehatan setempat.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan pendampingan kesehatan bagi lansia, khususnya mereka yang mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil survei kesehatan masyarakat di wilayah RW 02, dari 486 kepala keluarga tercatat 144 orang mengalami hipertensi, termasuk 63 orang dari kelompok lansia.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengenali kondisi kesehatan dan menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Skrining Kesehatan sebagai Langkah Awal Pencegahan Komplikasi
Dalam kegiatan ini, para lansia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah dan berat badan. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu serta kolesterol juga dilakukan sesuai dengan keluhan dan kebutuhan peserta.
Pemeriksaan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu lansia mengenali kondisi kesehatannya dan menjadi dasar bagi pemantauan maupun tindak lanjut yang diperlukan. Hasil skrining juga dapat mendukung peningkatan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Karena itu, pemantauan tekanan darah perlu disertai kepatuhan terhadap pengobatan serta penerapan pola hidup sehat.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada lansia untuk memperoleh informasi mengenai upaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengendalikan hipertensi.
SEMBADA: Pendekatan Terpadu untuk Lansia yang Lebih Sehat
SEMBADA merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan lima komponen utama, yaitu Screening Kesehatan, Edukasi Mengelola Hipertensi, Brain Gym, Autogenic Training, dan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Melalui pendekatan ini, pengelolaan hipertensi tidak hanya dipandang sebagai upaya medis, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan hidup sehat yang melibatkan lansia, keluarga, dan kader kesehatan.
Edukasi pengelolaan hipertensi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai faktor risiko, komplikasi, kepatuhan menjalani terapi, dan pentingnya pemantauan kesehatan. Sementara itu, aktivitas fisik yang sesuai, latihan relaksasi untuk membantu mengelola stres, serta penerapan pola makan sehat menjadi bagian dari upaya mendukung pengendalian tekanan darah.
Diet DASH sendiri menekankan pola makan yang sehat dan seimbang sebagai salah satu pendekatan untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lansia.
Dengan demikian, SEMBADA dirancang untuk membantu lansia dan orang-orang di sekitarnya memahami bahwa pengelolaan hipertensi membutuhkan keterlibatan aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberlanjutan
Pelaksanaan skrining kesehatan berlangsung dengan dukungan dan kerja sama berbagai pihak di wilayah setempat, termasuk unsur kelurahan, RW, RT, Puskesmas, kader kesehatan, serta masyarakat. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan dan membuka peluang bagi pendampingan kesehatan yang berkelanjutan.
Bagi Poltekkes Kemenkes Jakarta III, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan program SEMBADA memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah setempat, kader, dan keluarga. Kegiatan edukasi, aktivitas fisik, relaksasi, serta pemantauan kesehatan diharapkan dapat diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu Lansia dan program kesehatan masyarakat lainnya.
Melalui SEMBADA, upaya menjaga kesehatan lansia diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan sesaat. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa lansia membutuhkan perhatian, pendampingan, dan dukungan agar dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, mandiri, dan berkualitas.






