Daily Nusantara, Jakarta – Sudah tahu kalau kebersihan mulut ternyata bisa mencerminkan kesehatan tubuh kalian secara keseluruhan?

Menjaga kebersihan mulut dapat mencegah bakteri lebih mudah berkembang biak. Hal ini karena bakteri bisa masuk ke aliran darah melalui gusi yang meradang dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Itulah mengapa kebersihan mulut tidak hanya sekadar rajin menyikat gigi saja, tetapi juga perlu perawatan lainnya.

Salah satu masalah yang sering kali diabaikan adalah penumpukan karang gini. Plak yang menempel kemudian mengeras pada permukaan gigi dapat menyebabkan berbagai gangguan lainnya. Mulai dari bau mulut, gusi berdarah, hingga peradangan pada jaringan penyangga gigi. Lalu, mengapa kalian harus memperhatikan kebersihan gigi secara lebih rutin?

Apa Itu Karang Gigi dan Mengapa Berbahaya?

Karang gigi, atau dikenal tartar, terbentuk dari plak yang mengeras karena jarang dibersihkan. Plak sendiri merupakan lapisan yang lengket akibat penumpukan sisa makanan, air liur, dan bakteri. Jika tidak rutin dibersihkan, plak tersebut akan mengeras dalam waktu 24-72 jam. Oleh karena itu, menyikat gigi secara rutin sebanyak dua kali sehari menjadi keharusan.

Berbeda dengan plak yang bisa dihilangkan dengan menyikat gigi biasa, hal tersebut tidak berlaku bagi karang gigi. Inilah mengapa, membersihkan plak secara rutin wajib dilakukan agar tidak bertransformasi menjadi karang gigi yang membandel. Bakteri yang menumpuk pada karang gigi tersebut, akan menghasilkan zat asam. 

Dari situlah dapat menyebabkan peradangan pada gusi bahkan merusak enamel gigi. Parahnya, kalian akan membutuhkan bantuan profesional bahkan menimbulkan masalah lain yang serius jika dibiarkan.

Dampak Karang Gigi pada Kesehatan Mulut

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa sekitar 57,6% masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut. Sayangnya, hanya sebagian kecil yang mendapatkan perawatan medis. Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk melakukan pembersihan karang gigi masih perlu ditingkatkan.

Sebuah studi lain di Journal of Periodontology (2020) juga ditemukan bahwa penyakit gusi berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe 2. Artinya, membersihkan karang gigi bukan hanya soal menjaga kesehatan mulut setiap hari saja, namun sebagai upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Hubungan Kebersihan Mulut dengan Kesehatan Tubuh

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kebersihan mulut bukan hanya berdampak pada gigi dan gusi, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Hal ini didukung oleh penelitian dari National Institutes of Health (NIH) yang menunjukkan bahwa lansia dengan penyakit gusi memiliki risiko lebih tinggi mengalami Alzheimer dan gangguan kognitif. 

Selain itu, studi lain pada tahun 2022 juga menemukan bahwa kehilangan gigi sering kali dipicu oleh penumpukan karang gigi yang menyebabkan penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat terjadi karena bakteri di dalam mulut mampu masuk ke aliran darah melalui gusi yang meradang, lalu memicu respons inflamasi sistemik di berbagai organ tubuh. 

Cara Membersihkan Karang Gigi Sendiri di Rumah

Meskipun karang gigi yang sudah terbentuk hanya bisa dihilangkan oleh dokter gigi, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah:

1. Sikat Gigi dengan Teknik yang Benar

Dalam sehari, minimal sikat gigilah saat pagi setelah sarapan dan sebelum tidur atau sebanyak dua kali sehari. Gunakan sikat berbulu lembut dan lakukan gerakan memutar agar tidak merusak enamel dan plak bisa terangkat dengan optimal.

2. Gunakan Benang Gigi (Flossing)

Sikat gigi saja tidak cukup karena hanya dapat menjangkau sekitar 60% permukaan gigi. Flossing atau benang gigi dapat membantu menjangkau sela-sela gigi yang sering menjadi tempat penumpukan plak penyebab karang.

3. Obat Kumur (Mouthwash)

Obat kumur antiseptik  yang mengandung chlorhexidine atau cetylpyridinium chloride dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Gunakan secara rutin setelah menyikat gigi karena secara tidak langsung dapat membantu proses membersihkan karang gigi.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih membantu meningkatkan produksi air liur yang secara alami menetralkan asam di mulut dan meluruhkan sisa makanan dari permukaan gigi. Minum minimal 8 gelas per hari adalah langkah sederhana namun signifikan bantu bersihkan karang gigi sejak dini.

5. Batasi Makanan dan Minuman Manis

Gula merupakan suber utama penyebab bakteri penyebab plak pada gigi. Membatasi konsumsi minuman bersoda, minuman energi, biskuit, dan kue adalah salah satu cara paling ampuh untuk mencegah pembentukan karang gigi baru.

6. Berhenti Merokok

Nikotin dan tar dalam rokok mempercepat pembentukan karang gigi berwarna kekuningan hingga kehitaman. Oleh karena itu, perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit gusi parah dan kehilangan gigi lebih awal.

Prosedur Scaling Karang Gigi Oleh Profesional

Ketika karang gigi sudah mengeras dan tidak bisa dihilangkan dengan perawatan mandiri, solusi terbaiknya adalah melakukan scaling gigi di klinik atau rumah sakit. Scaling adalah prosedur membersihkan karang gigi secara profesional menggunakan alat khusus yang disebut scaler baik manual maupun ultrasonik.

Tahapan Scaling Gigi

  • Pemeriksaan kondisi gigi dan gusi oleh dokter
  • Pengangkatan karang gigi menggunakan alat scaler
  • Pembersihan sisa karang dengan semprotan air
  • Jika diperlukan, dilakukan root planing untuk merapikan permukaan akar gigi

Prosedur scaling ini tergolong aman, dan efek samping seperti gigi sensitif atau gusi sedikit bengkak biasanya akan mereda dalam 1-7 hari. Sejauh ini, melakukan scaling gigi cara paling efektif dan terukur dalam menghilangkan karang gigi yang sudah terlanjur mengeras.

Seberapa Sering Harus Membersihkan Karang Gigi?

Secara umum, pembersihan karang gigi melalui prosedur scaling dianjurkan setiap 6 bulan sekali untuk orang dewasa dengan kondisi mulut normal. Namun, frekuensinya bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing individu.

Beberapa kondisi yang mungkin membutuhkan scaling lebih sering antara lain:

  • Memiliki riwayat penyakit gusi (periodontitis)
  • Menderita diabetes
  • Menggunakan behel
  • Memiliki sistem imun yang lemah
  • Memiliki riwayat penumpukan karang gigi dalam keluarga

Jadi, lakukan konsultasi langsung dengan dokter gigi agar jadwal scaling bisa disesuaikan dengan kondisi mulut.

Manfaat Membersihkan Karang Gigi

Pembersihan karang gigi tidak hanya membuat gigi terlihat lebih bersih. Berikut beberapa manfaatnya yang perlu kalian ketahui:

Manfaat Penjelasan
Mencegah gigi tanggal Karang gigi yang dibiarkan merusak tulang penyangga gigi
Mengurangi risiko penyakit jantung Bakteri oral berkaitan dengan inflamasi pembuluh darah
Menurunkan risiko stroke Studi NIH mengaitkan penyakit gusi dengan kejadian stroke
Menjaga kontrol gula darah Infeksi gusi memperparah resistensi insulin pada penderita diabetes
Mencegah penurunan kognitif Penelitian menghubungkan kesehatan gusi dengan risiko Alzheimer

Dengan kata lain, scaling adalah salah satu bentuk perawatan preventif paling cost-effective yang bisa kalian lakukan untuk tubuh kalian.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Beberapa tanda berikut bisa menjadi sinyal bahwa kalian perlu segera melakukan pembersihan karang gigi ke dokter:

  • gusi mudah berdarah saat menyikat gigi
  • bau mulut yang tidak kunjung hilang
  • gigi terasa kasar atau kotor
  • gusi tampak bengkak atau kemerahan

Jika kalian mengalami salah satu dari kondisi tersebut, sebaiknya jangan ditunda. Penanganan lebih cepat akan membantu mencegah kerusakan yang lebih parah.

Kesimpulan

Jadi, kini kalian sudah tahu kalau kesehatan mulut adalah cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar, flossing, dan melakukan pembersihan karang gigi secara rutin ke dokter gigi adalah hal yang cukup penting karena berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Jangan tunggu hingga gigi berlubang atau gusi berdarah parah untuk bertindak. Yuk, jadwalkan pemeriksaan minimal setiap 6 bulan sekali dan bersihkan karang gigi secara rutin untuk menjaga kesehatan mulut dan kualitas hidup kalian tetap optimal.

Referensi:

  • Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kemenkes RI.
  • National Institutes of Health (NIH). Taking Care of Your Teeth and Mouth. National Institute on Aging. Diperbarui: Agustus 2024.
  • Alodokter. 8 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut yang Efektif. Ditinjau oleh dr. Marianti. Diperbarui: 11 Februari 2026.
  • Eka Hospital. Scaling Gigi: Tujuan, Prosedur, Pantangan Setelah Prosedur. Diakses: 23 Desember 2025.
  • Halodoc. Catat, Ini 7 Cara Sederhana Membersihkan Karang Gigi. Ditinjau oleh dr. Budiyanto, MARS. 28 November 2025.
  • Fallin Family Dentistry. What Are The Advantages of Regular Teeth Cleaning? Desember 2024.
  • Tonetti MS, et al. Periodontitis and atherosclerotic cardiovascular disease. Journal of Periodontology, 2020.
  • NIA Scientist Report. Gum disease and mouth infections linked to dementia risk. NIH, 2020.
  • Tooth Loss, Cognitive Impairment and Fall Risk: A Cross-Sectional Study of Older Adults in Rural Thailand