Daily Nusantara, Gresik – Upaya mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digalakkan di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Sebagai langkah konkrit pencegahan, kelompok pemberdayaan masyarakat R-15 Sub Kelompok 9 menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang berpusat di Halaman Masjid Dusun Galalo pada Selasa (7/7/2026) pagi.

Agenda edukasi ini menghadirkan praktisi kesehatan lingkungan berpengalaman dari Rumah Sakit Fathma Medika, Umul Khasunah, A.Md.KL., sebagai pemateri utama. Kehadiran praktisi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis yang akurat mengenai pengelolaan lingkungan yang sehat kepada warga setempat.

Langkah preventif ini diambil guna menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman nyamuk Aedes aegypti. Populasi nyamuk pembawa virus dengue ini kerap melonjak tajam saat memasuki fase pancaroba atau peralihan musim. Melalui agenda ini, tim pemberdayaan masyarakat R-15 berkomitmen membekali warga dengan strategi taktis dan mudah untuk menghentikan perkembangbiakan jentik nyamuk langsung dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari tenaga medis serta kader Puskesmas Pembantu Desa Melirang. Menariknya, penyuluhan ini diikuti oleh lintas generasi secara antusias, mulai dari ibu-ibu yang membawa balita hingga kelompok lanjut usia (lansia). Kondisi ini mendorong pemateri untuk menyampaikan informasi dengan gaya yang sederhana, interaktif, dan aplikatif agar bisa diserap dengan baik oleh seluruh lapisan usia.

Dalam sesi edukasi utama, Umul Khasunah menekankan bahwa benteng pertahanan paling kokoh dalam menangkal DBD dimulai dari kebiasaan bersih di dalam rumah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk konsisten menjalankan aksi 3M secara berkala, yaitu Menguras Membersihkan bak mandi dan wadah penampungan air secara rutin, Menutup rapat-rapat setiap tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk bertelur, Memanfaatkan kembali atau mengubur barang-barang bekas yang berpotensi memicu genangan air hujan.

Tidak hanya berfokus pada metode pencegahan, warga juga dibekali pengetahuan mengenai deteksi dini gejala klinis DBD. Hal ini krusial agar penanganan medis yang tepat dapat segera diberikan oleh keluarga sebelum kondisi pasien terlambat atau memburuk.

Pemilihan program kerja ini didasari atas situasi kerawanan DBD di Desa Melirang yang dinilai masih membutuhkan atensi khusus, terlebih menjelang masuknya musim penghujan. Kesadaran kolektif warga sengaja dibangun sejak dini agar aksi bersih-bersih lingkungan menjadi tindakan responsif yang bersifat mandiri, tanpa harus menunggu adanya temuan kasus baru di lingkungan mereka.

Respons dan antusiasme masyarakat setempat terbilang sangat tinggi. Hal ini tecermin dari interaksi dua arah yang hidup selama sesi tanya jawab berlangsung. Warga aktif berkonsultasi mengenai perbedaan klinis demam DBD dengan demam biasa, hingga meminta tips memilih produk pengusir nyamuk yang ramah lingkungan serta aman bagi balita.

Melalui program pemberdayaan masyarakat R-15 ini, diharapkan warga Dusun Galalo semakin mandiri dalam menjaga higienitas lingkungan mereka. Tujuan jangka panjang dari inisiatif ini adalah menumbuhkan komitmen PHBS sebagai gaya hidup yang permanen dan berkelanjutan, bukan sekadar gerakan musiman saat tren penyakit sedang memuncak.