SURABAYA – Tim Peneliti Mangrove Ecosystem Study 2026 yang terdiri dari akademisi UPN “Veteran” Jawa Timur bersama komunitas Marine Buddies Surabaya sukses melaksanakan kegiatan pengambilan data lapangan perdana di kawasan Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan turun lapang ini merupakan bagian dari riset komprehensif yang didanai melalui skema Penelitian Hibah Tematik Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur guna memetakan kondisi vegetasi serta parameter biofisik lingkungan di kawasan pesisir tersebut.
Proses pengumpulan data dimulai sejak pagi hari, di mana seluruh anggota tim telah berkumpul di kawasan Mangrove Gunung Anyar Surabaya tepat pada pukul 08.00 WIB. Namun, akibat diperlukannya waktu yang lebih lama untuk koordinasi awal dan pematangan teknis antardivisi, tim baru dapat bertolak dan mencapai lokasi Titik Sampling 5 (TS5) pada pukul 09.45 WIB.
Keterlambatan ini, ditambah dengan kondisi pasang air laut yang sudah mulai naik pada pukul 11.00 WIB, membuat tim mengambil langkah strategis untuk membatasi pengamatan dan hanya berfokus penuh pada optimasi pengambilan data di satu titik sampling tersebut. Terlebih lagi, TS5 merupakan titik sampling terjauh yang terletak dekat laut di wilayah Medokan Ayu (bagian utara channel), di mana aksesnya sangat terpencil dan wajib menggunakan perahu yang disediakan oleh pihak pengelola Mangrove Gunung Anyar.
Kondisi Lapangan dan Temuan Awal Parameter Substrat
Berdasarkan pengamatan vegetasi awal di TS5, area ini didominasi oleh jenis mangrove mayor, namun kerapatan pertumbuhan anakan pohon (seedling/semai) terpantau tidak terlalu padat. Secara fisik dan kimiawi, tim peneliti mencatat beberapa parameter biofisik penting in situ pada substrat berlumpur yang dipengaruhi oleh siklus pasang-surut harian tersebut:
- Tingkat Keasaman (pH): Substrat di wilayah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi (pH sangat asam).
- Karakteristik Bau: Terdeteksi aroma earthy-musty (tanah menyengat/apek) dan cenderung tidak sedap, yang mengindikasikan tingginya aktivitas dekomposisi bahan organik dalam kondisi anaerobik.
Metodologi Pengukuran yang Ketat
Riset ini menerapkan standar metode ekologi pesisir yang presisi dan sistematis. Analisis vegetasi dilakukan melalui pembuatan garis transek untuk mengambil data jenis vegetasi mangrove yang ada, guna memetakan zonasi serta struktur komunitas secara spasial.
Selain mengidentifikasi keanekaragaman spesies vegetasi, tim teknis di lapangan melakukan pengukuran struktural yang mendetail, mencakup pencatatan keliling batang, Diameter at Breast Height (DBH), serta estimasi tinggi tanaman untuk menganalisis biomasa permukaan. Setiap posisi plot ukur juga dikunci secara akurat menggunakan koordinat geografis (latitude dan longitude) berbasis GPS. Untuk memperkuat analisis lingkungan, tim melakukan pengujian kualitas substrat secara in situ yang mencakup pengukuran berulang pada parameter pH, kelembaban, tingkat salinitas, dan temperatur sedimen demi menjaga validitas serta akurasi data (Quality Control OK).
Formasi Tim Lapangan
Aksi turun lapang pada tanggal 4 Juli ini berjalan efektif di bawah arahan jajaran dosen ahli, Nurvita Cundaningsih, S.Si., M.T. dan Shindi Shella May Wara, M.Stat.. Tim teknis lapangan yang terjun langsung menggunakan perahu menyusuri jalur terjauh terdiri dari mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, yaitu Fransisco Golden Fordatkosu, Ageng Aria Maulana Maghrobi, dan Chrystella Axel Alexandra. Sementara dari perwakilan komunitas Marine Buddies Surabaya diperkuat oleh Farrel Bhanu Mahardika dan Ayunita Dwi Syifana
Seluruh data yang diperoleh dari TS5 ini selanjutnya akan masuk ke tahap tabulasi dan analisis laboratorium untuk disandingkan dengan rencana pemetaan di lima titik sampling lainnya (TS1-TS6). Studi ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi ilmiah yang akurat bagi pelestarian dan pengelolaan sabuk hijau pesisir Kota Surabaya ke depan.






