Daily Nusantara, Serang, 19 Juli 2026 – Organisasi Pemuda Berdampak (PB) secara resmi menyusun dan menyerahkan Policy Brief bertajuk “Dari Tanah Jawara untuk Indonesia Raya: Penguatan Ketahanan Pangan Provinsi Banten melalui Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan” sebagai bahan paparan dalam agenda Kopdar Tani Bareng MasDar yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. Dokumen tersebut memuat analisis strategis, data empiris, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Banten.

Policy Brief ini disusun sebagai bentuk kontribusi intelektual dan partisipasi aktif Pemuda Berdampak dalam mendukung agenda nasional swasembada pangan. Dokumen tersebut menyoroti posisi strategis Provinsi Banten sebagai salah satu lumbung pangan nasional di wilayah barat Indonesia yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan distribusi pangan, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, rendahnya regenerasi petani, dampak perubahan iklim, hingga belum meratanya modernisasi pertanian.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam Policy Brief, produksi padi Provinsi Banten mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025 hingga mencapai sekitar 1,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat sekitar 16,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Banten sebagai salah satu dari delapan besar provinsi penghasil beras nasional dan menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada pangan Indonesia.

Melalui Policy Brief ini, Pemuda Berdampak mengajukan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), percepatan modernisasi pertanian berbasis teknologi, regenerasi petani muda, penguatan integrasi pertanian dan peternakan berbasis ekonomi sirkular, hilirisasi produk pangan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, dan komunitas kepemudaan.

Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda.

“Kami meyakini bahwa masa depan ketahanan pangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan atau tingginya produksi, tetapi juga oleh hadirnya generasi muda yang bersedia turun langsung membangun sektor pertanian dan peternakan. Melalui Policy Brief ini, Pemuda Berdampak ingin memberikan kontribusi nyata berupa gagasan yang berbasis data sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Banten sebagai pusat ketahanan pangan nasional di wilayah barat Indonesia.”

Bagas juga menambahkan bahwa semangat ‘Dari Tanah Jawara untuk Indonesia’ merupakan ajakan kepada seluruh pemuda untuk menjadikan pertanian sebagai sektor yang modern, inovatif, dan membanggakan.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam agenda besar swasembada pangan. Kita harus menjadi pelaku perubahan, menghadirkan inovasi, memanfaatkan teknologi, mendampingi petani, serta membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Dari Tanah Jawara, kami ingin menunjukkan bahwa Banten mampu memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan Indonesia.”

Sebagai organisasi kepemudaan, Pemuda Berdampak berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kolaborasi melalui pendidikan, diskusi publik, pendampingan masyarakat, serta aksi nyata di bidang ketahanan pangan, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Melalui momentum Kopdar Tani Bareng MasDar, Pemuda Berdampak berharap rekomendasi yang tertuang dalam Policy Brief ini dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada petani, peternak, serta generasi muda sebagai penerus pembangunan sektor pangan Indonesia.

“Dari Tanah Jawara, kita menanam harapan. Dari Tanah Jawara, kita menguatkan ketahanan pangan. Dari Tanah Jawara, kita menjaga kedaulatan bangsa.”

Narahubung:
Bagas Yulianto
Founder Pemuda Berdampak