Daily Nusantara, Opini – Kerja dulu atau kuliah dulu adalah sebuah pertanyaan yang muncul ketika seorang mahasiswa akan menuntaskan Pendidikan sarjananya. Pertanyaan ini muncul karena ke bimbangannya akan kelanjutan masa depannya. Sebagai seseorang yang pernah merasakan juga, saya izin memberikan opini saya terhadap pertanyaan tersebut yang tulisan ini ditujukan untuk pembaca yang memiliki ketertarikan yang sama dengan alasan ingin melanjutkan Pendidikan pasca sarjana karena ingin menjadi seorang dosen.
Pertanyaan terkait topik yang sudah disampaikan, saya berpendapat pertanyaan itu muncul dikarenakan ketertarikan saya di dunia Pendidikan. Ya pada saat itu saya sangat tertarik untuk menjadi Dosen. Materi kuliah yang saya dapatkan selama kurang lebih 6 semester membuat saya ingin membagikan kembali kepada adek tingkat dibawah saya agar mereka dapat memahami terkait materi pembelajarannya karena ketertarikan saya dibidang public speaking.
Begitu juga dibidang pengabdian dan penelitian yang saya pada saat di Organisasi Kampus menciptakan ide program baru yang pada hasil akhirnya, terasa kebermanfaatannya bagi para peserta.
Sedangkan untuk dibidang penelitian, saya merasakan penelitian merupakan suatu ajang untuk berinovasi, karena didalamnya kita akan mencari permasalahan, dan memcahkan permasalahan tersebut dalam sebuah tulisan yang tanpa disadari juga akan meningkatkan kemampuan menulis bagi peneliti tersebut. Akhirnya pada saat itu, saya memutuskan untuk lanjut kuliah dengan mencari pekerjaan lainnya yang tidak menganggu fokus perkuliahan.
Hari pertama kuliah pun tiba yang saya mendapatkan kelas di hari Jumat dan Sabtu saja. sehingga peluang untuk mencari pekerjaan terbuka lebar dan saya mendapatkannya, meskipun banyak perusahaan yang menolak karena melihat perkuliahan adalah sebuah gangguan untuk fokus di pekerjaan. 6 bulan saya bekerja beriringan dengan Pendidikan S2.
Lulus dari Pendidikan S2, saya langsung mendapatkan sebuah pekerjaan di salah satu klinik di Kab Serang selama satu tahun lebih dan akhirnya kesempatan untuk menjadi seorang pengajar pun datang dan saya tidak melewatkan kesempatan tersebut dan sudah menjalaninya selama 1 semester.
Setelah melakukan pengajaran selama kurang lebih satu semester, ada satu hikmah besar yang saya rasakan karena saya memiliki pengalaman kerja. Pengalaman kerja itu saya bagikan dan menimbulkan keaktifan didalam kelas. Begitu juga di bidang pengabdian. Dengan adanya program bidang pengabdian masyarakat, membuat ilmu komunikasi bukan hanya dirasakan oleh kalangan mahasiswa tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Terakhir di bidang penelitian, yang saya rasakan, bidang penelitian adalah wahana saya untuk berkreasi mengembangkan dan lebih memahami teori-teori yang saya pelajari, apalagi rekan kerja yang dimiliki juga memiliki job description yang sama sehingga memiliki rekan untuk berdiskusi.
Namun pilihan yang saya putuskan atas karir saya atas topik penulisan ini tidak akan saya statement-kan menjadi pilihan yang terbaik, karena setelah mengalami pengalamannya, menurut saya alangkah lebih baiknya ketika mau menjadi seorang akademisi, teman-teman harus menjadi praktisi terlebih dahulu, agar banyak pengalaman dan keahlian yang bisa dibagikan ketika berada di dalam kelas.
Penulis : Fikran Kamal Hujjaji, M.I.Kom





