Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan telah menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual beliau yang penuh dengan keberkahan. KH Abdul Hamid Pasuruan dikenal sebagai seorang ulama besar yang kehidupannya sederhana, namun selalu dipenuhi dengan dzikir dan doa. Beliau tidak hanya dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren, tetapi juga sosok wali yang karamahnya diyakini banyak orang. Setiap wirid yang beliau amalkan membawa ketenangan, rezeki yang lapang, serta pertolongan Allah. Hingga kini, umat Islam masih meneladani amalan tersebut karena diyakini mampu memberi manfaat dunia dan akhirat. Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan adalah warisan spiritual yang tak lekang oleh zaman.

Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan memberikan pelajaran bahwa dzikir bukan hanya ritual lisan, tetapi sarana untuk mendekatkan hati kepada Allah SWT. Manusia tidak pernah lepas dari masalah, baik urusan dunia maupun kebutuhan rohani. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan pikiran lebih jernih dalam menghadapi tantangan hidup. KH Hamid Pasuruan memberikan contoh nyata, bahwa konsistensi dalam wirid membawa ketenteraman dan menyingkap pertolongan Allah dalam berbagai kondisi. Karena itu, amalan beliau tetap relevan bagi umat Islam masa kini. Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan adalah bukti istiqamah yang melahirkan keberkahan.

Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan telah menjadi inspirasi yang terus dikenang. Amalan-amalan yang beliau ajarkan sederhana, namun memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Tidak sedikit orang yang merasa hidupnya lebih tenang, urusan dimudahkan, bahkan hajat tercapai setelah mengikuti wirid yang beliau amalkan. Hal ini menunjukkan bahwa warisan spiritual seorang wali tidak berhenti di masanya, tetapi terus memberi manfaat bagi generasi setelahnya. Dengan istiqamah menjalankan dzikir tersebut, umat Islam diharapkan mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan akan selalu hidup dalam ingatan umat.

Biografi Singkat KH Abdul Hamid Pasuruan

KH Abdul Hamid Pasuruan lahir pada 1333 H di Desa Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Sejak muda, beliau menimba ilmu di pesantren-pesantren besar seperti Pondok Talangsari Jember, Pondok Kasingan Rembang, dan Pondok Tremas Pacitan. Setelah menempuh perjalanan panjang dalam mencari ilmu, beliau kemudian dipercaya untuk memimpin Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. KH Hamid dikenal sebagai pribadi sederhana, rendah hati, namun penuh kewibawaan. Kesalehan dan istiqamah beliau dalam dzikir membuatnya dikenal luas sebagai wali yang doanya mustajab.

Wirid Hasbunallah Wani’mal Wakil

Amalan utama KH Hamid adalah membaca kalimat:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Jasa Stiker Kaca

Beliau membacanya sebanyak 450 kali setiap hari. Dzikir ini bermakna: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik penolong.”

Jasa Backlink

Fadhilah dari bacaan ini adalah dimurahkan rezeki, tercapainya hajat dunia dan akhirat, serta hati yang lebih pasrah kepada Allah SWT. Banyak orang menuturkan bahwa setelah mengamalkan bacaan ini dengan istiqamah, hidupnya menjadi lebih lapang dan tenang.

Shalawat 1000 Kali

KH Hamid juga menekankan pentingnya memperbanyak shalawat. Beliau membaca shalawat hingga 1000 kali sehari. Bacaan shalawat apa pun dapat diamalkan, salah satunya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Keutamaannya, orang yang istiqamah membaca shalawat akan selalu mendapat bimbingan hidup dari Nabi Muhammad SAW, serta tidak akan meninggal dunia sebelum diperlihatkan tempatnya di surga.

Shalawat Nariyah 11 Kali Setelah Shalat Fardhu

KH Hamid Pasuruan juga rutin membaca Shalawat Nariyah setiap selesai shalat fardhu sebanyak 11 kali. Bacaan lengkapnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Keutamaannya adalah segala hajat dikabulkan Allah, hidup selalu dalam lindungan-Nya, serta dijauhkan dari fitnah dan bala lahir maupun batin.

Membaca Dalail Khairat

Amalan berikutnya adalah membaca kitab Dalail Khairat satu hizb setiap hari. Dengan membaca kitab shalawat ini, ruh seorang hamba diyakini akan tersambung kepada Nabi Muhammad SAW dan mendapat limpahan akhlak, ilmu, serta rahasia dari beliau.

Wirdul Lathif dan Ratibul Haddad

Selain itu, KH Hamid Pasuruan juga istiqamah membaca wirid-wirid terkenal seperti Wirdul Lathif dan Ratibul Haddad. Beliau menekankan bahwa siapa pun yang istiqamah membaca wirid ini akan dijaga kehidupannya dan diberikan husnul khatimah.

Surat Al-Fatihah 100 Kali Sehari

Amalan terakhir yang sangat beliau tekankan adalah membaca surat Al-Fatihah sebanyak 100 kali setiap hari.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ مَـٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Beliau menyebutkan bahwa siapa pun yang mengamalkan bacaan ini akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Bahkan KH Hamid menuturkan, orang yang membacanya akan menyaksikan keajaiban yang tidak pernah terduga.

Pesan Spiritual KH Hamid Pasuruan

KH Hamid menekankan bahwa semua wirid harus diawali dengan niat yang tulus serta tawassul kepada para ulama dan wali Allah. Beliau sendiri sering mengawali bacaan Al-Fatihah dengan tawassul kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Hal ini menjadi pengingat bahwa adab dalam beribadah sangat penting.

Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan merupakan amalan penuh hikmah yang patut diteladani. Dari dzikir Hasbunallah, shalawat, Shalawat Nariyah, hingga bacaan Al-Fatihah, semuanya mengajarkan kepasrahan, kecintaan kepada Allah, dan kedekatan dengan Rasulullah. Keistiqamahan beliau dalam berdzikir membuktikan bahwa kesederhanaan yang diiringi keikhlasan mampu mendatangkan keberkahan luar biasa. Semoga amalan-amalan ini dapat kita ikuti, agar hidup kita selalu dalam lindungan Allah dan berakhir dengan husnul khatimah, sebagaimana pesan dari Wirid yang Sering Dibaca Oleh KH Hamid Pasuruan.