Kisah duka yang mengguncang dunia dan membangkitkan empati dari banyak orang terjadi ketika seorang ibu meninggal usai melahirkan anaknya. Foto terakhir yang diunggah oleh keluarga menunjukkan ekspresi bahagia dan kebahagiaan yang sempurna saat sang ibu menggendong bayinya. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, ibu tersebut meninggal akibat emboli paru-paru yang menyerangnya secara tiba-tiba. Kejadian ini menjadi peringatan penting tentang risiko kesehatan yang bisa terjadi selama masa kehamilan dan persalinan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Sarah Bertrand, seorang ibu asal Moss Bluff, Louisiana, Amerika Serikat. Dalam foto yang viral di media sosial, Sarah terlihat sangat bahagia saat menggendong putranya yang baru lahir, Julian Charles Montou. Namun, tak lama setelah itu, kondisinya memburuk dan ia meninggal tanpa kesempatan untuk berbicara lebih lanjut dengan keluarganya. Kasus ini menunjukkan betapa rentannya kesehatan ibu selama proses melahirkan, meskipun sebelumnya ia dinyatakan sehat.

Kejadian seperti ini tidak hanya menyedihkan bagi keluarga tetapi juga menjadi peringatan bagi masyarakat luas. Di Indonesia maupun negara-negara lain, kasus kematian ibu setelah melahirkan masih sering terjadi. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun ratusan ribu wanita meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Masalah ini bukan hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju, termasuk AS. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan ibu harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat umum.

Risiko Kesehatan Ibu Selama Persalinan

Persalinan adalah proses alami yang dilakukan oleh tubuh wanita, namun ada beberapa risiko yang bisa terjadi. Salah satu penyebab utama kematian ibu setelah melahirkan adalah emboli paru-paru, seperti yang dialami Sarah Bertrand. Emboli paru-paru terjadi ketika darah mengalir ke paru-paru dan menyumbat aliran oksigen. Ini bisa terjadi akibat pembekuan darah atau kehilangan darah yang berlebihan.

Selain emboli paru-paru, komplikasi lain yang bisa mengancam nyawa ibu antara lain perdarahan postpartum, infeksi, dan tekanan darah tinggi. Meski kondisi-kondisi ini bisa dicegah atau ditangani dengan tepat, banyak kasus yang terlewat karena kurangnya akses layanan kesehatan atau pengetahuan yang tidak cukup.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi. Pada tahun 2023, angka kematian ibu mencapai 165 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak masih perlu ditingkatkan.

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mendukung Ibu Hamil

Kasus tragis Sarah Bertrand juga mengingatkan kita akan pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, keluarga menjadi sumber kekuatan dan perlindungan. Setelah kematian Sarah, suaminya, Jean-Luc Montou, mengambil tanggung jawab penuh atas pengasuhan dua anaknya, Jane dan Julian.

Jean-Luc mulai menjalani terapi psikologis untuk membantu dirinya melewati rasa sedih dan kehilangan. Anak perempuannya, meskipun masih kecil, juga turut membantu ayahnya merawat adiknya. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini.

Selain itu, masyarakat juga bisa berkontribusi dengan memberikan donasi atau bantuan finansial kepada keluarga yang sedang menghadapi kesulitan. Dalam kasus Sarah, Jean-Luc membuat halaman donasi di GoFundMe dan berhasil mengumpulkan lebih dari USD 25.000. Uang tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan anak-anak dan biaya pengobatan.

Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Salah satu cara untuk mencegah kematian ibu setelah melahirkan adalah melalui edukasi dan kesadaran masyarakat. Banyak ibu yang tidak menyadari tanda-tanda bahaya selama kehamilan atau persalinan. Misalnya, gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau demam tinggi bisa menjadi tanda-tanda komplikasi serius.

Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan persalinan sangat penting untuk diberikan kepada ibu hamil. Banyak program pemerintah dan organisasi non-pemerintah (NGO) yang telah berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Contohnya, TheAsianparent, sebuah situs informasi keluarga dan kesehatan, sering kali memberikan tips dan panduan untuk para ibu hamil.

Menurut artikel dari TheAsianparent, ibu hamil disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, menjaga pola makan, serta menghindari aktivitas berat selama kehamilan. Selain itu, penting untuk memiliki asuransi kesehatan agar dapat mengakses layanan medis yang memadai.

Solusi Jangka Panjang untuk Mencegah Kematian Ibu

Untuk mengurangi jumlah kematian ibu setelah melahirkan, diperlukan solusi jangka panjang dari berbagai pihak. Pemerintah harus meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di daerah-daerah terpencil. Pengadaan tenaga medis yang memadai dan fasilitas kesehatan yang baik juga sangat penting.

Selain itu, pendidikan kesehatan reproduksi harus diperluas agar semua wanita sadar akan risiko dan tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Program pelatihan bagi tenaga kesehatan juga perlu ditingkatkan agar mereka mampu menangani situasi darurat dengan cepat dan tepat.

Penggunaan teknologi juga bisa menjadi solusi dalam mencegah kematian ibu. Misalnya, aplikasi mobile seperti theAsianparent menyediakan informasi dan panduan kesehatan ibu hamil. Aplikasi ini tersedia di iOS dan Android, sehingga mudah diakses oleh siapa saja.

Kesimpulan

Kasus kematian ibu setelah melahirkan seperti yang dialami Sarah Bertrand adalah peringatan penting bagi seluruh masyarakat. Meski kejadian ini terjadi di luar negeri, dampaknya bisa dirasakan di Indonesia dan negara-negara lain. Untuk mencegah hal serupa terjadi, diperlukan kesadaran, edukasi, dan dukungan dari berbagai pihak.

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, memperbaiki akses layanan kesehatan, dan menggunakan teknologi sebagai alat bantu, kita dapat membantu mengurangi jumlah kematian ibu setelah melahirkan. Semoga kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa kesehatan ibu dan anak harus selalu menjadi prioritas utama.