Bayi Harlow Rose meninggal dalam kandungan setelah 33 minggu berada di dalam rahim ibunya, Lisa McNally. Tragedi ini menjadi peringatan penting bagi para ibu hamil dan tenaga medis tentang pentingnya mengenali tanda-tanda kesehatan yang serius selama masa kehamilan. Rasa gatal yang terjadi pada Lisa, yang awalnya dianggap biasa oleh dokter, ternyata menjadi indikasi dari kondisi medis yang sangat berbahaya, yaitu intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP). Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir mati jika tidak segera didiagnosis dan ditangani dengan tepat.
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan gejala-gejala yang muncul selama kehamilan. Banyak ibu hamil mengabaikan keluhan seperti rasa gatal atau perubahan bentuk tubuh karena dianggap wajar. Namun, beberapa gejala bisa menjadi tanda adanya kondisi medis serius yang memerlukan penanganan segera. Dalam kasus Lisa, rasa gatal yang dialaminya bukan hanya sekadar ketidaknyamanan kulit, tetapi merupakan gejala dari ICP, yang bisa berakibat fatal jika tidak diperhatikan.
Dengan meninggalnya Harlow Rose, Lisa dan suaminya Pete mengambil langkah untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil lainnya. Mereka membuat kampanye kesadaran untuk memastikan bahwa para ibu dan dokter lebih waspada terhadap tanda-tanda ICP. Ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun dokter adalah ahli medis, tidak semua kondisi bisa dikenali secara instan. Oleh karena itu, ibu hamil harus aktif dalam memantau kesehatan mereka sendiri dan mempertanyakan apabila ada hal yang tidak biasa.
Apa Itu Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP)?
Intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP) adalah kondisi medis yang terjadi selama kehamilan dan disebabkan oleh gangguan aliran empedu dari hati. Kondisi ini biasanya muncul antara minggu ke-25 hingga ke-28 kehamilan. Gejalanya termasuk rasa gatal yang intens, terutama di telapak tangan dan kaki, serta kadang-kadang disertai dengan jaundice (kulit dan mata menguning).
Menurut data dari Mayo Clinic (2024), ICP terjadi pada sekitar 1-2% dari kehamilan. Meskipun tidak membahayakan ibu secara langsung, kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi pada janin, seperti kelahiran prematur, mekonium dalam air ketuban, dan bahkan kematian janin dalam kandungan.
Salah satu penyebab utama ICP adalah peningkatan kadar hormon esterogen selama kehamilan, yang dapat mengganggu fungsi hati dalam mengalirkan empedu. Ketika aliran empedu terhambat, racun dan asam empedu menumpuk dalam darah, menyebabkan rasa gatal yang parah.
Tanda-Tanda ICP yang Harus Diwaspadai
Selain rasa gatal, ada beberapa gejala lain yang bisa menjadi tanda ICP. Menurut Healthline (2025), gejala-gejala tersebut meliputi:
– Rasa gatal yang intens, terutama di telapak tangan dan kaki
– Kulit dan mata menguning (jaundice)
– Kehilangan nafsu makan
– Feses berwarna pucat
– Urine berwarna gelap
Jika ibu hamil mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis ICP biasanya dilakukan melalui tes darah untuk mengecek kadar asam empedu dan fungsi hati.
Bagaimana ICP Dapat Mengancam Kehidupan Janin?
ICP bisa berdampak buruk pada janin karena adanya penumpukan racun dalam darah ibu. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan janin mengalami stres akibat kurangnya oksigen. Selain itu, ICP juga meningkatkan risiko mekonium dalam air ketuban, yang bisa menyebabkan bayi menghirup cairan tersebut saat lahir.
Menurut laporan dari The Lancet (2025), bayi yang lahir dari ibu dengan ICP memiliki risiko tinggi mengalami kelahiran prematur atau kematian dalam kandungan. Oleh karena itu, diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan janin.
Pengobatan dan Pencegahan ICP
Jika ICP sudah terdiagnosis, dokter biasanya meresepkan obat seperti ursodeoxycholic acid (UDCA) yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan meningkatkan fungsi hati. Obat ini juga digunakan untuk mencegah komplikasi pada janin.
Selain pengobatan medis, ibu hamil juga disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat. Menurut ICP Care, organisasi yang didirikan oleh Lisa dan Pete, tips untuk mencegah ICP meliputi:
– Konsumsi makanan bergizi seimbang
– Lakukan olahraga ringan secara rutin
– Minum air putih secukupnya
– Kelola stres dengan baik
– Hindari iritasi kulit akibat gatal
– Gunakan krim atau minyak esensial untuk meredakan gatal
Pentingnya Kesadaran dan Edukasi
Kasus Harlow Rose menjadi peringatan bahwa ICP sering kali tidak diketahui oleh banyak dokter. Dalam beberapa kasus, dokter menganggap gejala seperti rasa gatal sebagai hal biasa dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.
Untuk meningkatkan kesadaran akan ICP, lembaga seperti ICP Care dan kampanye seperti In Memory of Harlow Rose di Facebook telah berupaya memberikan informasi kepada ibu hamil. Mereka menyarankan agar ibu hamil tidak ragu untuk meminta tes darah jika merasa ada yang tidak wajar.
Lisa dan Pete juga mengajak para ibu hamil untuk lebih aktif dalam memantau kesehatan mereka. “Jika perlu, Anda bisa memaksa dokter untuk melakukan tes kandungan asam di dalam empedu,” kata Lisa dalam wawancara dengan Essential Baby (2025).
Kesimpulan
Kasus kematian bayi Harlow Rose menjadi pelajaran penting bagi para ibu hamil dan tenaga medis. Rasa gatal yang dianggap sepele bisa menjadi tanda adanya kondisi serius seperti ICP. Dengan kesadaran yang lebih tinggi dan pemeriksaan dini, banyak kasus ICP bisa dicegah dan risiko komplikasi pada janin bisa diminimalisir.
Ibu hamil disarankan untuk tidak mengabaikan gejala apa pun yang muncul, terutama jika terjadi perubahan yang signifikan. Selain itu, dukungan dari keluarga dan tenaga medis juga sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin. Dengan edukasi yang lebih luas, semoga kasus seperti ini tidak lagi terjadi di masa depan.






