Daily Nusantara, Langkat, Sumatera Utara (31 Januari 2026) – Kegiatan Psychosocial Recovery bagi Ibu, Guru, dan Anak terdampak banjir diselenggarakan di RA Al-Anshar Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi A Home Team (AHT) Ibu Profesional, The Human Safety Net (THSN), Ibu Profesional Sumatera Utara, dan RA Al-Anshar Tanjung Pura, Langkat – Sumatera Utara.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Regional Ibu Profesional Sumatera Utara, Kurniawati Dwi Manur yang memaparkan kegiatan dan bantuan apa saja yang dilakukan di RA Al-Anshar Tanjung Pura.
Penanggung Jawab Psychosocial Recovery Sumut, Elva Citra Sari, menjelaskan bahwa Psychosocial Recovery ini adalah rangkaian kepedulian Ibu Profesional yang dilakukan di tiga Provinsi terdampak bencana Sumatera.
Kepala Sekolah RA Al-Anshar Tanjung Pura, Khazanah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah kegiatan pertama bagi sekolah pasca banjir yang melanda Tanjung Pura pada Desember 2025. Dalam sambutannya, para pihak menekankan pentingnya pemulihan psikososial pasca bencana sebagai bagian dari proses pemulihan menyeluruh, khususnya bagi anak dan ibu.
Sebanyak 125 anak dan 125 ibu mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang berbasis trauma healing dengan prinsip aman, sukarela, sederhana, dan menyenangkan. Pendekatan ini dijalankan melalui tiga mantra A Home Team, yakni main bareng, ngobrol bareng, dan beraktivitas bareng.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tarian BeeBo yang melibatkan ibu, guru, dan anak untuk menciptakan suasana rileks dan ceria. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi kesehatan tulang ibu dan anak bersama dr. Mohammad Shahreza, M.Ked (Surg), Sp.OT, yang dikemas secara interaktif.
Selain itu, anak-anak mengikuti permainan bina suasana bersama fasilitator A Home Team Sumatera Utara yang membuat anak-anak tertawa dan semangat berekspresi. Momen paling menyentuh hadir di akhir kegiatan. Ibu dan anak duduk berdampingan, menggambar, menuliskan harapan, lalu membacakannya dengan suara polos dan penuh makna. Harapan-harapan itu ditempelkan menjadi sebuah pohon harapan, simbol bahwa di balik musibah, selalu ada masa depan yang bisa ditumbuhkan bersama.
Hari itu ditutup dengan refleksi, pemberian 140 paket kasih bagi Ibu dan Guru, paket kasih bagi 125 siswa RA Al- Anshar dan foto bersama. Namun yang paling berharga adalah senyum yang kembali merekah — tanda bahwa proses pemulihan telah dimulai, bersama-sama.
Sebagai pelaksana kegiatan ini, Ibu Profesional berharap dapat membantu menurunkan dampak psikologis pasca bencana, menguatkan peran ibu dalam keluarga, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan harapan bagi anak-anak terdampak banjir di Tanjung Pura.





