JAKARTA – Tren belanja produk kecantikan melalui siaran langsung dan konten video pendek di pasar digital Indonesia terus menunjukkan peningkatan transaksi pada pertengahan 2026. Skema pemasaran berbasis afiliasi tercatat menjadi motor utama yang memperluas penetrasi produk lokal ke berbagai wilayah.
Dinamika pasar tersebut tercermin dari data serapan produk yang mencapai kisaran 1 juta unit sepanjang periode Juni hingga Juli 2026. Volume penjualan ini didominasi oleh paket krim wajah pagi dan malam dari jenama Its Me. Kedua varian tersebut menjadi fokus utama promosi karena rentang harganya dinilai rasional bagi konsumen baru.
Lonjakan permintaan pasar ini ditopang oleh empat strategi yang berjalan secara beriringan. Faktor pendorong utama adalah multiplikasi konten, di mana ratusan hingga ribuan afiliator secara aktif memproduksi video dan melakukan siaran langsung harian. Volume konten yang masif ini mempercepat terbentuknya kesadaran merek di tengah masyarakat.
Selain itu, perusahaan menerapkan sistem tantangan dan penghargaan untuk menjaga konsistensi jaringan afiliasinya. Skema pemberian insentif tambahan ini dirancang untuk memotivasi para afiliator agar terus meningkatkan mutu konten promosi. Langkah ini secara tidak langsung berdampak pada stabilitas pesanan harian.
Dari sisi ketersediaan barang, tingginya pesanan digital tersebut diakomodasi melalui fasilitas manufaktur mandiri di bawah naungan PT Bunga Amerta Kosmetindo. Ekosistem produksi internal ini memungkinkan koordinasi antara divisi merek, pabrik, pengendalian mutu, hingga pusat distribusi dieksekusi secara lebih cepat dibandingkan sistem alih daya.
Perencanaan rantai pasok perusahaan disesuaikan berdasarkan proyeksi angka penjualan dan batas minimal stok gudang. Pihak manajemen PT Bunga Amerta Kosmetindo menyatakan bahwa operasional dapat langsung merespons setiap fluktuasi permintaan dari pasar daring.
“Ketika terjadi lonjakan pesanan, kami menambah jadwal kerja di sektor krusial serta mengoptimalkan proses pengisian hingga pengemasan. Kami juga memastikan bahwa setiap peningkatan volume tetap mengikuti prosedur pengendalian mutu yang berlaku ketat,” jelas perwakilan manajemen.
Saat ini, lini produk krim pagi dan malam masih menjadi kontributor penjualan terbesar karena metode penggunaannya yang tergolong praktis. Ke depan, perusahaan telah mengembangkan varian pelengkap, seperti gel pencerah wajah, guna memenuhi perluasan kebutuhan perawatan kulit para konsumennya.






