Daily Nusanatra, Surabaya – Desa Selotapak dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau serta potensi UMKM lokal yang terus berkembang. Namun, potensi UMKM Keripik Tempe yang ada masih belum sepenuhnya didukung oleh inovasi pengolahan dan teknologi produksi yang maksimal. Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas UMKM, mahasiswa KKN R21 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan penggunaan Mesin Pemotong Tempe Semi Otomatis di UMKM Keripik Tempe milik Bu Amy. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu proses produksi agar lebih cepat, rapi, dan konsisten dibandingkan dengan cara manual yang selama ini digunakan.

Melihat peluang tersebut, kelompok mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kelompok Reguler R-21 beserta Dosen pembimbing lapangan kami (Mochamad Firmansyah S.T., M.T) hadir dengan sebuah terobosan manis. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pengenalan mesin, mulai dari fungsi utama, bagian-bagian mesin, hingga cara kerja alat secara umum. Mahasiswa KKN menjelaskan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan langsung dipraktikkan oleh mitra UMKM.

Mesin ini dinilai mampu membantu proses pemotongan tempe menjadi lebih seragam sehingga kualitas produk keripik tempe tetap terjaga “kami ingin memastikan Bu Amy benar-benar paham cara kerja mesinnya, bukan hanya bisa pakai tapi juga tahu fungsi setiap bagiannya,” ujar salah satu mahasiswa KKN R21 UNTAG Surabaya.

Setelah pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan langsung. Bu Amy didampingi saat mencoba mengoperasikan mesin, mulai dari menyalakan alat, mengatur posisi tempe, hingga proses pemotongan. Mahasiswa KKN R21 UNTAG Surabaya juga memberikan tips penggunaan yang aman agar proses produksi tetap nyaman dan minim risiko.

Tidak hanya fokus pada penggunaan, mahasiswa KKN R21UNTAG Surabaya juga memberikan edukasi tentang perawatan dan pemeliharaan mesin. Mulai dari cara membersihkan mesin setelah digunakan, pengecekan rutin bagian pisau, hingga penyimpanan alat agar tetap awet dan siap digunakan dalam jangka panjang “perawatan itu penting, karena kalau mesinnya bersih dan terawat, hasil potongannya juga bagus dan umur alat bisa lebih panjang,” ujar salah satu mahasiswa KKN R21 lainnya.

Bukan sekedar urusan rasa, mahasiswa Untag juga memberikan salah satu inovasi yang dapat membantu mitra menjadi fleksibel dan efisien terhadap proses produksi, mesin Pemotong Tempe Semi Otomatis sebagai upaya peningkatan produktivitas UMKM Keripik Tempe Bu Amy. Karena menurut kami: Yoga Putra Wardana (Teknik Industri), Robby Ardiansyah (Teknik Industri), Eka Aulia Putri (Ilmu Administrasi Negara), Alya Nadia Walidatun Nafisam (Ilmu Administrasi Niaga), Enggar Bagus Pratama (Teknik Elektro): adanya suatu inovasi mesin pengiris tempe semi otomatis yang dimana hal tersebut dapat memberikan dampak yang baik terhadap mitra Keripik Tempe Bu Amy hal tersebut bermanfaat besar karena dapat mempercepat proses produksi, mengurangi penggunaan tenaga manual, dan menghasilkan irisan tempe yang lebih rapi dan seragam.

Sebagai penutup, dilakukannya evaluasi dan monitoring untuk melihat sejauh mana mesin dapat membantu proses produksi UMKM Bu Amy. Dari hasil pemantauan awal, penggunaan mesin pemotong tempe semi otomatis ini dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja “kami berharap mesin ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal dan membantu UMKM Bu Amy berkembang ke depannya,” ujar mahasiswa KKN R21 UNTAG Surabaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN R21 UNTAG Surabaya berharap penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi solusi nyata bagi UMKM dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, sekaligus mendorong kemandirian usaha lokal.

Dengan harapan meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan daya saing usaha, inovasi mesin pengiris tempe semi otomatis ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di sektor UMKM pangan lokal. UMKM seperti Keripik Tempe Bu Amy dapat memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan simbolik.

Kelompok KKN R-21 berharap usaha Keripik Tempe Bu Amy menjadi berkembang pesat dan dikenal oleh masyarakat luas. Dengan adanya inovasi ini, mitra memiliki cara baru pada proses produksi menjadi lebih fleksibel dan efisien. Bahkan Bu Amy sebagai pemilik mitra senang dengan inovasi mesin pemotong tempe semi otomatis.

Mitra tersebut berharap pemikiran kreatif mahasiswa yang berkembang dapat memberikan manfaat untuk kedepannya. Pengalaman di Desa Selotapak menyenangkan bagi mahasiswa KKN Untag Surabaya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pendidikan universitas dapat berdampak positif pada masyarakat.

Oleh : Tim KKN Untag Surabaya R-21 Desa Selotapak

Reporter/ Editor : Favian Saputra