Daily Nusantara, Semarang – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun global. PTM umumnya berkembang secara perlahan, sering kali tanpa gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, skrining kesehatan menjadi langkah penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Kelurahan Sendangmulyo sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi memiliki potensi risiko PTM yang dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan, serta aktivitas fisik masyarakat. Skrining PTM merupakan metode sederhana, cepat, dan efektif untuk mengetahui status kesehatan masyarakat secara umum.

Kegiatan skrining PTM ini bertujuan untuk mengetahui gambaran awal status kesehatan warga Kelurahan Sendangmulyo terkait faktor risiko PTM dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan PTM.

Skrining PTM dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran BB, TB dan IMT, tekanan darah serta pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol total, dan asam urat menggunakan alat pemeriksaan cepat (point of care testing). Sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Sendangmulyo RT 01 RW 09 yang hadir secara sukarela pada kegiatan skrining.

Terlihat warga antusias berdatangan untuk mengikuti kegiatan PKM Skrining PTM sebelum pemeriksaan, warga diberikan edukasi singkat mengenai PTM, faktor risiko, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan disampaikan langsung kepada warga disertai dengan penjelasan mengenai makna hasil dan anjuran tindak lanjut yang diperlukan.

Para warga antusias memahami tentang penyakit tidak menular melalui leaflet Skrining PTM yang dibagikan demi meningkatkan kepedulian terhadap kesehatannya.

Hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian warga memiliki nilai pemeriksaan yang berada di atas batas normal, baik pada tekanan darah maupun parameter biokimia seperti glukosa darah, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini mengindikasikan adanya risiko PTM yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Tekanan darah yang tinggi dapat menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan stroke, sementara peningkatan kadar glukosa darah berhubungan erat dengan diabetes melitus. Kadar kolesterol yang tinggi berperan dalam terjadinya aterosklerosis, dan peningkatan asam urat dapat menyebabkan gangguan sendi serta masalah metabolik lainnya.

Melalui skrining ini, warga menjadi lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya dan terdorong untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti mengatur pola makan, meningkatkan Tekanan darah yang tinggi dapat menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan stroke, sementara peningkatan kadar glukosa darah berhubungan erat dengan diabetes melitus. Kadar kolesterol yang tinggi berperan dalam terjadinya aterosklerosis, dan peningkatan asam urat dapat menyebabkan gangguan sendi serta masalah metabolik lainnya.

Sehingga warga menjadi lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya dan terdorong untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Skrining PTM melalui pemeriksaan IMT, Tekanan darah, Glukosa darah, Cholesterol dan Asam urat, pada warga Kelurahan Sendangmulyo RT 01 RW 09 merupakan langkah efektif dalam deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, terlihat 96,7% dari 30 warga yang hadir mempunyai potensi resiko PTM, sehingga tidak hanya memberikan gambaran awal status kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pencegahan dan pengendalian PTM sejak dini.

Perlu adanya kegiatan skrining kesehatan yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan di Kelurahan Sendangmulyo, disertai dengan edukasi kesehatan yang intensif. Selain itu, kerja sama antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat sangat diperlukan untuk mendukung upaya promotif dan preventif dalam menekan angka kejadian PTM.

Penyelengara Kegiatan :

Nurul Qomariyah, S.Pd.,M.Pd (NIDN: 4028026801)
Fitriani Kahar,S.ST.,M.Kes (NIDN: 0904058901)
Ichsan Hadipranoto, M.KKK (NIDN: 0409118303)