Daily Nusantara, Gresik – Peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak selalu berangkat dari proyek besar. Sering kali, perubahan yang bermakna justru lahir dari langkah-langkah sederhana namun terarah, berkelanjutan, dan berpijak pada kebutuhan nyata warga. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga melaksanakan program pengabdian masyarakat berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Kelurahan Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Melalui dua program utama, yakni penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta pendataan dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa berupaya mendorong ketahanan kesehatan, peningkatan literasi, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Program penanaman TOGA menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education). Dalam kegiatan ini, mahasiswa menanam sebanyak 12 pot TOGA yang berisi tanaman herbal yang mudah dibudidayakan dan memiliki manfaat kesehatan nyata bagi keluarga.

Beberapa tanaman yang ditanam antara lain jahe yang membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengatasi gangguan pencernaan, bawang merah yang kerap dimanfaatkan untuk meredakan batuk, flu, dan menurunkan demam, serta kunyit yang dikenal memiliki kandungan antiinflamasi alami. Selain menghadirkan manfaat kesehatan, pot TOGA yang didesain menarik juga memberikan nilai estetika bagi lingkungan rumah warga.

Tidak berhenti pada penanaman saja, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai cara perawatan, pemanfaatan, hingga pengolahan tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, TOGA tidak sekadar menjadi simbol kegiatan, tetapi benar-benar digunakan sebagai alternatif penunjang kesehatan keluarga yang mudah dijangkau, ekonomis, dan berkelanjutan.

Selain fokus pada kesehatan, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga menyasar sektor ekonomi masyarakat melalui program pendataan dan digitalisasi UMKM di Kelurahan Kebomas. Terdapat belasan UMKM lokal yang berhasil dipetakan, mulai dari usaha kuliner, produk olahan rumahan, hingga karya kreatif masyarakat. Selama ini, banyak pelaku UMKM memiliki potensi besar namun terkendala akses pemasaran dan visibilitas digital. Melalui pemetaan UMKM serta pengintegrasian ke platform digital seperti Google Maps, mahasiswa berupaya membantu UMKM agar lebih mudah ditemukan, dikenal, dan dijangkau oleh masyarakat luas.

Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan terhadap SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) sekaligus SDG 1 (No Poverty) karena membuka peluang peningkatan pendapatan dan daya saing pelaku usaha. Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Kebomas di bawah kepemimpinan Lurah Kebomas, Bapak Randim, yang berperan penting dalam memfasilitasi koordinasi dan keterlibatan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan warga ini sekaligus merepresentasikan implementasi SDG 17 (Partnership for the Goals).

we2e22222
Pendampingan digitalisasi UMKM

Kedua program ini, meskipun bergerak pada sektor yang berbeda, sejatinya saling memperkuat. Masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih baik, sementara ekonomi yang kuat mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh. Dampak program pun diharapkan tidak berhenti pada masa pengabdian, tetapi terus berlanjut melalui perawatan TOGA dan keberlanjutan digitalisasi UMKM di ranah digital.

Melalui inisiatif ini, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga kembali membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Kebomas kini tumbuh lebih sehat, lebih berpengetahuan, dan semakin berdaya secara ekonomi sebuah langkah sederhana yang membawa dampak besar bagi masa depan.

Di balik keberhasilan program ini, tim BBK 7 UNAIR terdiri atas Mochammad Rizqy Nandawaputra sebagai ketua, Putri Zahra Sufi Maharani, Rabi’ah Al-Adawiyah, Ardian Rahmadi Wijaya, Anandhita Azzahro, Elmira Atha Schifra Gumay, Dyah Ayu Rantamsari, dan Dwi Agustina Setiawan. Bersama-sama, mereka menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengimplementasikan program yang menyentuh kesehatan, literasi, dan ekonomi masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Penulis : Dyah Ayu Rantamsari – Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga

Editor/Reporter : Favian Saputra