Daily Nusantara, Jakarta – Sanggar RPPN Runding Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan program Penyelarasan Keberagaman Ruang Upgrading Indonesia sebagai ikhtiar kebudayaan yang menautkan nilai, identitas, dan kerja kolektif lintas elemen bangsa.

Bagi Sanggar RPPN, keberagaman adalah sumber daya kebudayaan yang hidup—tercermin dalam ekspresi seni, tradisi, bahasa, dan praktik sosial masyarakat. Melalui Penyelarasan Keberagaman, sanggar memandang pentingnya ruang dialog dan runding sebagai sarana menyatukan perbedaan dalam satu visi kebangsaan yang berakar pada kearifan lokal dan terbuka terhadap dinamika zaman.

Ketua Lembaga Kesenian & Kebudayaan Sanggar RPPN Runding Indonesia, Abu Bakar Sabirin, menegaskan bahwa peran lembaga kebudayaan adalah menjaga kesinambungan antara warisan dan pembaruan.

“Penyelarasan Keberagaman adalah ruang kebudayaan untuk merawat identitas, mempertemukan tradisi dengan inovasi, serta memastikan seni tetap menjadi bahasa pemersatu bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Kesenian & Kebudayaan, Siti Khatimah, menambahkan bahwa penguatan tata kelola menjadi fondasi keberlanjutan gerak kebudayaan.

“Keselarasan visi dan nilai menjadi kunci agar kerja-kerja seni dan budaya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan dan berdampak luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui partisipasi aktif dalam Penyelarasan Keberagaman, Sanggar RPPN Runding Indonesia berkomitmen untuk mendorong kolaborasi lintas komunitas, penguatan kapasitas pelaku seni, serta penciptaan ruang-ruang kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat runding, gotong royong, dan keberagaman yang diselaraskan, Sanggar RPPN Runding Indonesia terus meneguhkan perannya dalam merawat budaya, menghidupkan seni, dan menjaga jati diri Indonesia.