Daily Nusantara, YogyakartaTim KKN Purwosari 2026 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program kerja berupa sosialisasi anti bullying dan sosialisasi pemilahan sampah yang ditujukan bagi siswa dan siswi SDN Purwosari.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta berwawasan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis–Jumat, 22–23 Januari 2026, bertempat di SDN Purwosari, dengan melibatkan partisipasi aktif peserta didik dalam rangkaian materi yang disampaikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan siswi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta membangun kebiasaan peduli terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.

Dalam sosialisasi anti bullying, tim KKN menyampaikan pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Siswa dan siswi juga diberikan pemahaman bahwa tindakan bullying bukanlah hal yang sepele dan dapat berdampak panjang, sehingga perlu dicegah melalui sikap saling menghargai dan menjaga pergaulan.

Kegiatan ini juga didukung dengan pernyataan Kepala Desa Purwosari, Ajib Annas Nur Arifin, yang menekankan pentingnya pencegahan kekerasan sejak usia dini. “Di Desa Purwosari sebelumnya pernah terjadi kasus klitih hingga memakan korban, dan yang sangat disayangkan pelaku klitih ini kebanyakan dari kalangan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selain kasus klitih dan gengster, tawuran antar pelajar juga sering terjadi di daerah sini mas mba.

Oleh karena itu saya setuju dan mendukung penuh apabila tim KKN Purwosari memiliki program dengan upaya pencegahan kenakalan dan kekerasan remaja dan anti bullying. pembinaan dan edukasi sejak dini memang sangat penting dilakukan, khususnya di lingkungan sekolah, jadi saya harap mas dan mba bisa menjelaskan tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying kepada anak anak sd khususnya kelas 5 dan 6 yang sudah memasuki masa peralihan, masa dewasa dan saya akan selalu mendukung penuh setiap proker yang dijalankan” ujar beliau, Senin (5/1/2026).

Selain sosialisasi anti bullying, tim KKN juga melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pembelajaran interaktif berbasis simulasi, yaitu siswa diajak untuk praktik secara langsung cara memilah sampah sesuai jenisnya, seperti sampah organik dan anorganik. Melalui simulasi tersebut, siswa dapat lebih mudah memahami materi karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Salah satu guru SDN Purwosari menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat tepat diterapkan di tingkat sekolah dasar. “Sosialisasi pemilahan sampah memang perlu dilakukan di lingkup SD agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan memahami jenis-jenis sampah sejak kecil” ujar salah satu guru SDN Purwosari dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (23/1/2026)

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi. Tim KKN Purwosari 2026 berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, baik dalam membentuk karakter siswa agar terhindar dari bullying dan kenakalan remaja, maupun dalam membangun kebiasaan memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.