Jakarta – Dunia sepak bola Indonesia kembali mendapat sorotan internasional setelah resmi menunjuk legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia. Penunjukan ini diumumkan pada Januari 2025 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Langkah ini diharapkan mampu membawa “Garuda” meraih prestasi gemilang, termasuk target ambisius lolos ke Piala Dunia 2026.
Kisah hidup Patrick Kluivert adalah perjalanan panjang penuh dedikasi dan cinta terhadap sepak bola. Dari seorang anak muda berbakat di Amsterdam hingga menjadi bintang dunia, Kluivert kini memulai babak baru dalam kariernya bersama Indonesia.
Awal Karier: Anak Ajaib dari Akademi Ajax
Patrick Kluivert lahir pada 1 Juli 1976 di Amsterdam, Belanda. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat alami dalam mengolah si kulit bundar. Bakat itu membawanya masuk ke akademi muda Ajax Amsterdam, salah satu sekolah sepak bola terbaik di Eropa.
Di Ajax, Kluivert mengasah keterampilan teknis, visi permainan, serta ketajamannya di depan gawang. Bakat besarnya membuat ia mendapat kesempatan debut profesional pada tahun 1994, saat usianya baru 18 tahun.
Salah satu momen paling bersejarah dalam hidupnya terjadi setahun kemudian. Pada Final Liga Champions 1995, Kluivert yang masih remaja mencetak gol penentu kemenangan Ajax atas AC Milan. Gol tunggal itu membawa Ajax meraih gelar juara Eropa, sekaligus memperkenalkan nama Kluivert ke panggung dunia.
Karier Klub: Milan hingga Barcelona
Setelah sukses bersama Ajax, Kluivert melanjutkan petualangannya ke sejumlah klub besar Eropa. Ia sempat memperkuat AC Milan, meski kariernya di Italia tidak terlalu panjang. Puncak kesuksesannya justru datang saat ia bergabung dengan FC Barcelona.
Di Barcelona, Kluivert membentuk duet penyerang mematikan bersama Rivaldo. Kombinasi keduanya membawa Blaugrana menjuarai La Liga 1998/1999. Dengan insting gol yang tajam, Kluivert menjadi salah satu penyerang paling disegani di Eropa pada era akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Selain di Barca, ia juga sempat bermain di Newcastle United, Valencia, dan PSV Eindhoven sebelum akhirnya gantung sepatu.
Bintang Tim Nasional Belanda
Karier Kluivert bersama tim nasional Belanda pun tak kalah gemilang. Ia mencatatkan 40 gol dalam 79 penampilan, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah tim “Oranje”.
Ia tampil di berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia 1998 di Prancis, di mana Belanda berhasil mencapai semifinal. Dua tahun kemudian, pada Euro 2000, Kluivert kembali menjadi bintang setelah keluar sebagai top scorer turnamen dengan lima gol. Sayangnya, langkah Belanda terhenti di semifinal setelah kalah dramatis dari Italia melalui adu penalti.
Perjalanan Sebagai Pelatih
Setelah pensiun, Kluivert tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia beralih ke kursi pelatih dan memulai kariernya sebagai asisten di beberapa klub, termasuk AZ Alkmaar, NEC Nijmegen, hingga Brisbane Roar di Australia.
Kluivert juga dipercaya menangani tim muda Belanda U-20. Pada 2014, ia menjadi asisten pelatih tim nasional Belanda di bawah asuhan Louis van Gaal. Saat itu, Belanda tampil gemilang dan finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2014 di Brasil.
Selain itu, Kluivert juga sempat menjabat sebagai direktur sepak bola di Paris Saint-Germain (PSG), menambah pengalaman manajerialnya di level tertinggi.
Tantangan Baru Bersama Indonesia
Pada Januari 2025, PSSI secara resmi mengumumkan bahwa Patrick Kluivert menjadi pelatih kepala tim nasional Indonesia. Kontrak berdurasi dua tahun itu langsung menarik perhatian media internasional, mengingat nama besar Kluivert sebagai legenda sepak bola dunia.
Dalam misinya bersama Indonesia, Kluivert menargetkan pencapaian besar: membawa Garuda tampil kompetitif di ajang internasional, termasuk lolos ke Piala Dunia 2026. Untuk mewujudkan hal itu, ia tidak bekerja sendirian. Kluivert menunjuk dua rekannya, Alex Pastoor dan Danny Landzaat, sebagai asisten pelatih.
“Kami ingin membawa sepak bola Indonesia ke level lebih tinggi. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi saya percaya dengan potensi pemain muda di sini,” ujar Kluivert dalam pernyataan resminya.
Profil Asisten Pelatih
Alex Pastoor
Alex Pastoor adalah pelatih asal Belanda yang berpengalaman menangani berbagai klub di Eredivisie dan liga Eropa lainnya. Ia pernah menjadi pelatih kepala di Excelsior Rotterdam, NEC Nijmegen, serta Sparta Rotterdam. Pastoor dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik modern dan fokus pada pengembangan pemain muda. Kehadirannya di Indonesia diharapkan membantu Kluivert dalam membangun skema permainan yang disiplin sekaligus atraktif.
Danny Landzaat
Danny Landzaat adalah mantan gelandang tim nasional Belanda yang pernah memperkuat Ajax, AZ Alkmaar, Wigan Athletic, dan Feyenoord. Ia tercatat memiliki 38 caps bersama Oranje. Setelah pensiun, Landzaat beralih ke dunia kepelatihan dan bekerja sebagai asisten di beberapa klub Eredivisie. Dengan pengalamannya sebagai pemain tengah, Landzaat diyakini akan memperkuat lini tengah timnas Indonesia dalam hal penguasaan bola dan transisi permainan.
Kolaborasi Kluivert, Pastoor, dan Landzaat menciptakan kombinasi sempurna antara pengalaman internasional, pendekatan taktik modern, dan pemahaman mendalam terhadap pengembangan pemain.
Antusiasme Publik dan Harapan Baru
Kehadiran Kluivert dan tim kepelatihannya disambut hangat oleh publik sepak bola Indonesia. Banyak yang menaruh harapan besar agar tangan dingin eks bintang Barcelona itu mampu meningkatkan performa tim.
Indonesia saat ini memang sedang berada pada fase pembangunan sepak bola dengan talenta muda yang mulai bermunculan. Dengan pengalaman internasional Kluivert dan dukungan dua asistennya, Garuda diharapkan bisa tampil lebih percaya diri di kancah Asia maupun dunia.
PSSI juga menegaskan bahwa penunjukan Kluivert merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. “Kami ingin Timnas tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi benar-benar bersaing di level Asia dan dunia,” ungkap Ketua Umum PSSI.
Dari Amsterdam untuk Indonesia
Perjalanan Patrick Kluivert dari Amsterdam hingga Jakarta adalah kisah inspiratif tentang kerja keras, dedikasi, dan cinta terhadap sepak bola. Dari seorang anak akademi Ajax, ia menjelma menjadi penyerang mematikan, legenda timnas Belanda, dan kini dipercaya sebagai arsitek baru timnas Indonesia.
Cerita hidup Kluivert juga menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan dunia. Seorang putra Belanda kini memimpin pasukan Garuda, membawa mimpi jutaan rakyat Indonesia untuk bisa melihat tim nasional kesayangan tampil di panggung tertinggi, yakni Piala Dunia.
Karier Patrick Kluivert
🔹 1976
-
Lahir pada 1 Juli di Amsterdam, Belanda.
🔹 1994
-
Melakukan debut profesional bersama Ajax Amsterdam pada usia 18 tahun.
🔹 1995
-
Mencetak gol penentu kemenangan di Final Liga Champions melawan AC Milan.
-
Membawa Ajax juara Eropa.
🔹 1997
-
Bergabung dengan AC Milan di Serie A Italia.
🔹 1998 – 2004
-
Bersinar bersama FC Barcelona.
-
Membentuk duet berbahaya dengan Rivaldo.
-
Menjuarai La Liga 1998/1999.
🔹 1998
-
Membawa Belanda ke semifinal Piala Dunia 1998.
🔹 2000
-
Menjadi top scorer Euro 2000 dengan 5 gol.
-
Mengantar Belanda ke semifinal.
🔹 2004 – 2008
-
Bermain untuk Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, hingga Lille OSC.
-
Pensiun sebagai pemain profesional.
🔹 2010 – 2014
-
Memulai karier kepelatihan.
-
Asisten di AZ Alkmaar, NEC Nijmegen, dan Brisbane Roar.
-
Melatih tim Belanda U-20.
🔹 2014
-
Asisten pelatih timnas Belanda di bawah Louis van Gaal.
-
Belanda finis peringkat ketiga Piala Dunia 2014.
🔹 2016 – 2017
-
Menjadi direktur sepak bola Paris Saint-Germain (PSG).
🔹 2025
-
Resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan kontrak 2 tahun.
-
Membawa dua asisten asal Belanda: Alex Pastoor dan Danny Landzaat.
Patrick Kluivert memulai babak baru dalam kariernya dengan Indonesia. Tugas berat menantinya, namun optimisme terus mengiringi langkahnya. Publik berharap mantan bintang Barcelona itu dapat membawa perubahan positif, meningkatkan kualitas permainan timnas, dan memberikan prestasi yang membanggakan.
Dengan pengalaman panjangnya di level klub dan tim nasional, ditambah dukungan Alex Pastoor serta Danny Landzaat, harapan itu bukan mustahil terwujud. Kini, seluruh mata pecinta sepak bola Tanah Air tertuju pada Kluivert: bisakah ia membawa Garuda terbang tinggi di pentas dunia?