Daily Nusantara, Jakarta, Februari 2026 – Di tengah riuhnya perbincangan mengenai generasi muda yang sering kali bingung menentukan arah masa depan, Mohammad Rafie Altamis hadir dengan sebuah narasi yang berbeda. Ia tidak memilih satu jalan, melainkan menapaki dua jalan terjal sekaligus: jalur akademik yang prestisius dan jalur olahraga prestasi yang keras.
Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Rafie dikenal sebagai figur intelektual muda yang baru saja menyelesaikan misi diplomasinya di Amerika Serikat sebagai alumni YSEALI Academic Fellows Program Spring 2025. Namun, siapa sangka, di balik penampilannya yang rapi sebagai Duta UI 2025, tersimpan fisik dan mental seorang petarung yang telah ditempa dalam kerasnya pelatnas bela diri.
Rafie adalah anomali. Ia adalah perpaduan langka antara “otak” yang membedah pasal-pasal hukum tata negara, dan “otot” yang mengharumkan nama bangsa di kejuaraan dunia.
Dari Depok ke New York: Diplomasi Akademik
Rekam jejak akademik Rafie mencapai puncaknya ketika ia terpilih menyisihkan ribuan pelamar untuk menjadi fellow dalam program bergengsi inisiasi Pemerintah Amerika Serikat, YSEALI. Di Maxwell School of Citizenship and Public Affairs, Syracuse University, New York, ia mendalami isu Society and Governance.
Bagi Rafie, kesempatan ini bukan sekadar pertukaran pelajar, melainkan kawah candradimuka untuk memahami tata kelola pemerintahan global.
“Mempelajari governance langsung di jantungnya memberikan perspektif baru. Saya belajar bahwa hukum bukan hanya soal aturan hitam di atas putih, tapi bagaimana ia hidup dan mengatur masyarakat,” ujar Rafie.
Ketertarikannya pada dunia diplomasi dan kebijakan publik ini sejatinya sudah terlihat lama. Sebelum terbang ke AS, Rafie telah aktif berkontribusi di balik layar perhelatan global, bertugas sebagai Panitia G20 Business Summit (B20) 2022 di Nusa Dua, Bali, dan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Summit 2023 di Jakarta.
Darah dan Keringat di Gelanggang Dunia
Namun, cerita Rafie menjadi luar biasa ketika kita menengok sisi lainnya: sisi sang atlet.
Rafie bukan sekadar hobi berolahraga. Ia adalah atlet elite dengan rekam jejak membela Tim Nasional Indonesia di dua cabang olahraga bela diri yang berbeda: Kempo dan Savate. Disiplin, rasa sakit, dan tekanan kompetisi adalah makanan sehari-harinya.
Puncak karier atletiknya tercatat sebagai pencapaian gemilang saat ia berhasil mengharumkan nama bangsa di panggung dunia:
• Meraih Medali Perunggu pada The 20th IKF World Kempo Championships 2024 (Kejuaraan Dunia) di Antalya, Turki.
• Menembus jajaran elit Asia dengan masuk Top 5 Asia pada Asian Savate Championship 2023 (Kejuaraan Asia) di Tashkent, Uzbekistan.
Tak berhenti di situ, dominasi Rafie juga terlihat di level nasional. Ia dikenal sebagai atlet serba bisa (versatile athlete) yang pernah menyabet Dua Medali Emas Kejuaraan Nasional Kempo di Bandung (2021 & 2022), serta menyapu bersih Empat Medali Emas Kejuaraan Nasional Taekwondo di Jakarta. Selain itu, ia juga memiliki catatan prestasi di cabang Jiu-Jitsu dan Bola Basket.
Manajemen Mentalitas: “The Switch”
Pertanyaan klasik yang selalu muncul adalah: bagaimana ia membagi waktu?
Rafie mengaku tidak memiliki jam tambahan dalam sehari. Rahasianya terletak pada manajemen mentalitas yang ia sebut sebagai “The Mental Switch”.
“Menjadi atlet mengajarkan saya efisiensi. Saat di matras, saya fokus total untuk menang. Tidak ada ruang untuk memikirkan tugas kuliah. Sebaliknya, saat saya ganti baju menjadi mahasiswa hukum atau delegasi YSEALI, semangat kompetitif di gelanggang itu saya ubah menjadi etos kerja akademik,” jelasnya.
Pelestari Budaya dan Harapan Masa Depan
Sisi humanis Rafie semakin lengkap dengan kecintaannya pada budaya lokal. Di sela kesibukan globalnya, ia masih menyempatkan diri untuk melestarikan budaya Betawi sebagai Finalis Abang None Jakarta Timur 2024.
Kini, dengan portofolio lengkap sebagai Duta UI, Alumni YSEALI, dan Punggawa Timnas, Mohammad Rafie Altamis siap melangkah ke babak baru. Ia membuktikan bahwa generasi muda Indonesia bisa menjadi “paket komplit”: berakar kuat pada budaya, berprestasi di kancah olahraga, dan berwawasan global di ranah akademik.
TENTANG MOHAMMAD RAFIE ALTAMIS
Mohammad Rafie Altamis adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) dan Duta UI 2025. Ia merupakan Alumni YSEALI Academic Fellows Program 2025 (USA) serta memiliki latar belakang prestasi gemilang sebagai atlet Tim Nasional Kempo & Savate Indonesia.
DAFTAR PRESTASI TERPILIH
Akademik, Kepemimpinan & Diplomasi:
• Awardee: YSEALI Academic Fellows Program Spring 2025 (Syracuse University, USA).
• Ambassador: Duta UI 2025 (Universitas Indonesia).
• Committee: G20 Business Summit (B20) Indonesia 2022 (Nusa Dua, Bali).
• Committee: ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Summit 2023 (Jakarta).
• Finalis: Abang None Jakarta Timur 2024.
• Delegasi: Best Presenter Delegate Istanbul Youth Summit 2023.
Rekam Jejak Prestasi Olahraga (Internasional & Nasional):
Kempo (Timnas NFKI):
o Bronze Medalist – The 20th IKF World Kempo Championships 2024 (Kejuaraan Dunia) – Antalya, Turki.
o Gold Medalist – IKF Indonesia National Kempo Championships 2022 – Bandung.
o Gold Medalist – National Kempo Championship 2021 – Bandung.
Savate (Timnas Savate Indonesia):
o Top 5 Asia – The 4th Asian Savate Championship 2023 (Kejuaraan Asia) – Tashkent, Uzbekistan.
Taekwondo:
o Gold Medalist – CNN Indonesia Taekwondo Championship (Menpora Cup) 2024 – Jakarta.
o Gold Medalist – Indonesia Taekwondo Championship (KONI Cup Series 4) 2023 – Jakarta.
o Gold Medalist – National Taekwondo Championship Bharaduta Open 2 2021 – Jakarta.
o Gold Medalist – Indonesia Taekwondo Championship 2019 – Jakarta.
Lainnya:
o Silver Medalist – Jiu-Jitsu Match Open PBJI Depok 2023.
o Bronze Medalist – National Basketball Championship Invitasi Sehati 2018 – Semarang.






