Daily Nusantara, Tangerang Selatan, 2026 — Dalam ilmu perkembangan anak, ada konsep yang dikenal sebagai “periode sensitif” jendela waktu di mana otak anak sangat reseptif terhadap jenis-jenis pembelajaran tertentu. Untuk bahasa, periode sensitif ini berlangsung intens antara usia 1-6 tahun. Untuk pembentukan nilai dan karakter, penelitian neurosains menunjukkan bahwa fondasi yang paling kokoh tertanam justru pada usia pra-sekolah, jauh sebelum anak mulai belajar membaca dan berhitung secara formal. Artinya, pilihan TK bukan sekadar soal di mana anak “ditemani bermain” selama beberapa jam ini adalah keputusan yang berdampak jauh lebih panjang dari yang terlihat.
Namun di tengah melimpahnya pilihan TK dari yang berbasis internasional hingga yang berbasis alam, dari yang sekuler hingga yang berbasis agama orang tua sering kali menghadapi kebingungan yang nyata: indikator apa yang benar-benar menunjukkan kualitas pendidikan anak usia dini yang baik? Kelengkapan fasilitas bermain? Jumlah jam pelajaran tambahan? Atau ada sesuatu yang lebih fundamental?
Yang Sering Terlewat dalam Memilih TK
Para praktisi pendidikan anak usia dini kerap mengingatkan bahwa TK terbaik bukan yang paling banyak “mengajarkan” secara kognitif, melainkan yang paling mampu membangun fondasi emosional, sosial, dan moral anak secara seimbang. Anak yang masuk TK dengan rasa ingin tahu yang terjaga, kemampuan berempati yang mulai terbentuk, dan nilai-nilai dasar yang sudah tertanam akan jauh lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dibandingkan anak yang sudah bisa membaca tapi tidak terbiasa dengan disiplin, empati, dan akhlak yang baik.
Dalam perspektif Islam, ini bukan temuan baru. Hadits-hadits Nabi tentang pentingnya mendidik anak sejak dini, dan praktik para ulama dalam memperkenalkan anak kepada Al-Qur’an dan adab-adab Islami bahkan sebelum mereka bisa bicara dengan fasih, mencerminkan pemahaman mendalam tentang cara kerja fitrah manusia yang kini dikonfirmasi oleh sains modern.
TK Al Itsar: Pendidikan Berwawasan Islami dalam Lingkungan Hijau
TK Al Itsar Islamic School di Pamulang, Tangerang Selatan, mengoperasikan program pendidikan anak usia dini dengan landasan yang menggabungkan Kurikulum 2013 Pendidikan Usia Dini dengan kurikulum diniyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Konsep “lingkungan hijau” yang menjadi bagian dari visi mereka bukan sekadar soal taman dan tanaman, melainkan tentang menciptakan ekosistem belajar yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
Program unggulan yang dijalankan mencakup pembacaan Iqra dan hafalan hadits shahih pilihan sejak dini, pengembangan karakter Islami yang terintegrasi dengan seluruh kegiatan harian, pemisahan kelas antara laki-laki dan perempuan sebagai implementasi adab sejak usia dini, serta pembiasaan sunnah-sunnah Rasulullah dalam keseharian santri dari bangun tidur hingga tidur kembali.
Pembiasaan semacam ini, ketika dilakukan secara konsisten di usia formatif, akan jauh lebih mudah melekat dibandingkan mengajarkannya di usia yang lebih besar.
Seperti program boarding-nya, TK Al Itsar juga menjalin kemitraan dengan Multaqqa Du’at Indonesia di bawah bimbingan Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah, Lc., MA. memastikan konsistensi manhaj antara program untuk anak usia dini hingga jenjang SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang terpadu.
“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan anak membaca dan berhitung. Yang paling kami jaga adalah fitrahnya agar anak tumbuh dengan rasa cinta kepada Allah, kepada Al-Qur’an, dan kepada adab yang benar. Itu yang akan membentuk seluruh jalan hidupnya kelak.” Zakiya Afifah, Koordinator Guru TK
PPDB Gelombang 3 TK Al Itsar untuk tahun pelajaran 2026/2027 dibuka hingga 30 April 2026. Persyaratan pendaftaran mencakup fotokopi KK, akta kelahiran, dan KTP orang tua. Informasi lengkap tersedia di www.alitsar.sch.id atau melalui kontak 0895-3069-4319.





