Di tengah dinamika dunia digital yang terus berkembang, Google kembali menjadi sorotan setelah mengubah parameter hasil pencarian yang berdampak pada alat-alat SEO. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan praktisi SEO karena dampaknya terhadap data dan pengambilan keputusan strategis. Dalam beberapa hari terakhir, banyak pihak mulai memperhatikan perubahan mendasar dalam cara Google menampilkan hasil pencarian, khususnya terkait parameter &num=100 yang sebelumnya digunakan untuk menampilkan 100 hasil per halaman.
Perubahan ini tidak hanya mengganggu alat pelacak peringkat (rank-tracking tool) tetapi juga memengaruhi data yang dihasilkan oleh platform seperti Google Search Console. Banyak profesional SEO melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah impresi desktop, yang sebelumnya dianggap sebagai indikator penting dalam analisis performa website. Hal ini memicu diskusi luas tentang bagaimana Google memproses data dan bagaimana perubahan ini bisa memengaruhi strategi optimasi mesin pencari.
Sebagai langkah awal, para ahli SEO merekomendasikan untuk terus memantau tren di Google Search Console dan menghubungi penyedia alat SEO untuk memastikan bahwa mereka telah menyesuaikan metode pengumpulan data. Dengan adanya perubahan ini, penting bagi tim SEO untuk lebih waspada dan adaptif agar dapat tetap mempertahankan efektivitas strategi mereka.
Perubahan Parameter di Google Search Result
Google telah lama menggunakan parameter &num=100 untuk menampilkan 100 hasil pencarian dalam satu halaman. Namun, sejak akhir pekan lalu, praktisi SEO mulai menyadari bahwa mode ini tidak lagi berfungsi secara normal. Beberapa pengguna melaporkan bahwa saat mereka mencoba mengakses hasil pencarian dengan parameter tersebut, hanya dua halaman yang ditampilkan, bukan 100 hasil.
Menurut laporan dari @tehseoowner di platform X (dulu Twitter), Google tampaknya telah menghapus kemampuan untuk menggunakan &num=100. Ia menyebutkan bahwa saat parameter tersebut digunakan, hanya dua halaman yang muncul, dan setelah halaman kedua, tidak ada hasil lain yang ditampilkan. Ini menunjukkan bahwa Google sedang melakukan eksperimen atau bahkan menghapus fitur tersebut sepenuhnya.
Selain itu, Keyword Insights juga memberikan informasi serupa. Mereka menyatakan bahwa Google telah menghentikan penggunaan parameter n=100. Sebaliknya, alat ini kini memerlukan 10 permintaan untuk mendapatkan 100 hasil, yang berarti biaya 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Hal ini tentu berdampak pada modul peringkat mereka dan memaksa mereka untuk segera meninjau opsi alternatif.
Dampak yang Terjadi pada Rank-Tracking Tool
Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara Google menampilkan hasil pencarian, tetapi juga berdampak langsung pada alat-alat pelacak peringkat (rank-tracking tools). Banyak profesional SEO melaporkan bahwa beberapa alat SEO menunjukkan perubahan ranking yang tidak konsisten, bahkan kehilangan data sepenuhnya.
BrodieClark, salah satu ahli SEO, mencatat bahwa beberapa alat SEO menunjukkan penurunan signifikan dalam data impression, terutama di versi desktop. Ia berpendapat bahwa peningkatan impressi sebelumnya sebagian besar berasal dari bot atau AI yang mengakses halaman dengan 100 hasil. Mode ini menghasilkan lebih banyak impressi daripada halaman biasa dengan 10 hasil.
Namun, sejak perubahan ini diterapkan, banyak pengguna melaporkan kesenjangan data yang cukup signifikan. Beberapa platform SERP sempat terhenti atau menampilkan data yang tidak lengkap. Ini membuat sulit bagi tim SEO untuk mengevaluasi performa website secara akurat.
Meninjau Ulang “The Great Decoupling”
Selama setahun terakhir, banyak tim SEO melaporkan peningkatan impressi tanpa klik yang seimbang. Masalah ini sering dikaitkan dengan Google AI Overview (Ringkasan AI Google). Clark berargumen bahwa perubahan &num=100 dan gangguan SEO tool yang diakibatkannya memberikan penjelasan alternatif dari anomali yang terjadi, terutama di versi desktop.
Ia menekankan bahwa peningkatan impressi sebelumnya sebagian besar berasal dari bot dan AI yang mengakses halaman dengan 100 hasil. Dengan perubahan ini, banyak pengguna melaporkan penurunan signifikan dalam impressi desktop. Hal ini menunjukkan bahwa Google sedang mencoba mengurangi beban pada sistem mereka, terutama terkait data yang dihasilkan oleh alat-alat SEO.
Tanggapan-tanggapan Muncul
Beberapa ahli SEO mulai menyoroti perubahan ini sebagai respons dari aktivitas AI yang terlalu agresif. Ryan Jones, misalnya, menyarankan bahwa semua alat AI yang meng-scraping Google akan terkena dampak negatif. Ia menilai bahwa penggunaan AI yang terlalu sering dan agresif telah memicu Google untuk melawan balik, sehingga merusak sebagian besar alat SEO.
Selain itu, banyak profesional SEO mulai mempertanyakan apakah perubahan ini adalah uji coba sementara atau akan menjadi permanen. Sampai saat ini, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan ini. Namun, vendor alat SEO sudah mulai beradaptasi, dan komunitas sedang mengevaluasi potensi dampak besar dari perubahan ini.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan untuk Tim SEO
Dalam situasi seperti ini, tim SEO harus lebih waspada dan adaptif. Pertama, mereka perlu memantau tren di Google Search Console secara dekat. Jika mereka melihat lonjakan impressi desktop tanpa klik yang seimbang, mungkin saja itu disebabkan oleh bot.
Kedua, tim SEO perlu mengatur patokan baru berdasarkan perubahan mingguan sejak 10 September 2025. Mereka juga perlu mencatat setiap perubahan substansial dalam laporan teman-teman atau klien mereka.
Ketiga, mereka perlu menghubungi penyedia rank-tracker tool mereka. Beberapa alat masih berfungsi dengan metode paginasi atau alternatif, sementara yang lain memiliki celah dan sedang berusaha memperbaikinya.
Kesimpulan
Perubahan parameter di Google Search merupakan langkah penting yang berdampak pada seluruh industri SEO. Meskipun Google belum memberikan pernyataan resmi, banyak praktisi SEO mulai mengamati perubahan signifikan dalam data dan pengambilan keputusan strategis.
Dengan adanya perubahan ini, tim SEO perlu terus memantau tren dan menyesuaikan strategi mereka. Selain itu, mereka juga perlu menjalin komunikasi dengan penyedia alat SEO untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan tetap akurat dan dapat dipercaya.
DailySEO akan terus memperbarui kabar ini jika Google memberikan panduan, pernyataan resmi, atau jika perubahan data report muncul di Google Search Console.






