Daily Nusantara, Gunungkidul DIY– Kepanitiaan Program Bakti LSM PENJARA 1 Tahun 2025 kembali menyapa masyarakat pelosok melalui aksi sosial-keagamaan di rumah ibadah. Pada Minggu, 29 Juni 2025, rombongan melaksanakan kegiatan bakti di Masjid An Nur, yang beralamat di Dusun Kenongo (Karang Gunung), RT 04/RW 08, Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini tercatat sebagai lokasi ke-15 dari total 27 titik ibadah yang menjadi rangkaian kunjungan Program Bakti LSM PENJARA 1 tahun 2025. Pelaksanaan bakti di Masjid An Nur juga menjadi bagian dari Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, yang digerakkan melalui semangat sinergi pengabdian sosial–keagamaan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Melalui kolaborasi tersebut, program diarahkan untuk menghadirkan dukungan nyata bagi jamaah, sekaligus memperkuat fasilitas ibadah pada level komunitas.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan bantuan berupa mushaf Al-Qur’an, bantuan untuk marbot, serta sarana penunjang ibadah, termasuk mesin/pompa air untuk membantu kebutuhan dasar jamaah dan warga sekitar. Bantuan diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simpul ketahanan sosial-spiritual masyarakat.

Nilai kolaborasi kian terlihat melalui kehadiran unsur kepolisian yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Rangkaian bakti ini dibersamai jajaran polsek setempat, termasuk personel dari wilayah sekitar, serta Kapolsek Saptosari AKP Suyanto, S.A.P. yang hadir langsung dan melakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pihak masjid, pengurus, dan marbot. Kehadiran Kapolsek bersama personel kepolisian menguatkan pesan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam kerja nyata yang hadir di tengah masyarakat.

Masjid An Nur sendiri dikenal sebagai ruang ibadah yang tumbuh menjadi pusat spiritual warga Krambil Sawit. Dalam dialog singkat bersama panitia, Marbot Masjid An Nur, Bapak Mukidi, menjelaskan bahwa aktivitas keagamaan berjalan rutin, termasuk azan dan salat berjamaah lima waktu. Jamaah hadir dari kalangan laki-laki dan perempuan, sementara kegiatan TPA juga berjalan sebagai ruang pembinaan generasi muda.

Foto-Bakti-LSM-PENJARA-1-768x570
Foto bersama jajaran Polsek Saptosari, Panitia Bakti LSM PENJARA 1, serta marbot dan takmir Masjid An Nur (Saptosari, Gunungkidul) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79

Namun di balik aktivitas yang terus berjalan, Mukidi menyampaikan bahwa masih terdapat kebutuhan fasilitas yang memerlukan perhatian bersama. Keterbatasan yang menonjol adalah aspek sanitasi dan tempat wudu, khususnya kebutuhan fasilitas yang lebih memadai bagi jamaah perempuan serta perlunya pemisahan fasilitas untuk putra dan putri. Ia berharap ke depan Masjid An Nur dapat memperoleh dukungan lanjutan, baik melalui para dermawan, sinergi masyarakat, maupun pihak yang memiliki perhatian terhadap penguatan sarana ibadah, agar kenyamanan jamaah meningkat dan kegiatan pembinaan umat dapat berjalan lebih optimal.

Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, kegiatan Bakti LSM PENJARA 1 di Masjid An Nur menegaskan kembali bahwa rumah ibadah bukan hanya ruang ritual, melainkan juga benteng harmoni sosial dan pengikat persaudaraan umat. Bantuan mushaf Al-Qur’an, dukungan bagi marbot, dan penyediaan pompa air dinilai memiliki kemanfaatan langsung, menguatkan aspek spiritual, menopang pengabdian marbot, sekaligus menjawab kebutuhan dasar air sebagai penunjang kebersihan dan kenyamanan ibadah.

Seiring terselenggaranya kegiatan di Masjid An Nur, kepanitiaan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan rangkaian Bakti hingga menuntaskan seluruh titik yang ditargetkan. Program ini diharapkan menjadi jembatan gotong royong yang mempererat relasi masyarakat sipil dan institusi negara, sekaligus meneguhkan semangat Bhayangkara yang semakin dekat, mengayomi, serta hadir melalui kerja yang berdampak nyata bagi warga di pelosok.

Teuku Z. Arifin selaku Ketua Umum LSM PENJARA 1 menegaskan bahwa Bakti di Masjid An Nur merupakan kerja nyata untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan ketahanan sosial warga, sekaligus mengapresiasi kebersamaan POLRI/Polsek Saptosari dalam semangat Hari Bhayangkara ke-79 yang hadir langsung mendampingi kegiatan; lebih lanjut Arifin berharap sinergi masyarakat sipil dan institusi negara ini terus menguat sebagai gotong royong yang berdampak, mempererat persaudaraan, memperluas pengayoman, dan menjadikan setiap bantuan di rumah ibadah sebagai manfaat berkelanjutan serta amal kebaikan yang mengalir bagi semua pihak.