Di era digital yang semakin kompetitif, penggunaan aged domain sering menjadi strategi yang menarik bagi para pemilik bisnis atau pengelola website. Namun, penting untuk memahami bahwa aged domain bukanlah jalan pintas untuk meningkatkan peringkat SEO, melainkan harus dikelola dengan hati-hati dan strategis. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana menggunakan aged domain dengan benar, menghindari risiko seperti deindex atau penalti dari Google, serta memberikan panduan praktis untuk memilih domain lama yang tepat.
Mengapa Aged Domain Bisa Menjadi Pilihan Strategis?
Aged domain merujuk pada nama domain yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu, bahkan bisa mencapai puluhan tahun. Keuntungan utamanya adalah bahwa domain tersebut sudah memiliki usia yang cukup lama, yang bisa memberikan kepercayaan lebih kepada mesin pencari seperti Google. Selain itu, jika domain tersebut pernah memiliki konten berkualitas dan backlink yang kuat, maka hal ini bisa menjadi fondasi yang baik untuk website baru.
Namun, tidak semua aged domain cocok digunakan. Banyak orang salah paham bahwa hanya karena domain lama, maka otomatis akan cepat naik di hasil pencarian. Faktanya, Google kini sangat canggih dalam mendeteksi tindakan spam dan manipulasi. Jika domain tersebut pernah digunakan untuk situs ilegal, spam, atau konten rendah kualitas, maka website baru yang dibuatnya berpotensi terkena deindex atau penalti.
Mindset yang Harus Diperbaiki Sebelum Menggunakan Aged Domain
Sebelum memutuskan untuk menggunakan aged domain, penting untuk memperbaiki mindset awal. Berikut beberapa hal yang perlu dipahami:
- Aged domain bukan shortcut SEO: Meskipun domain lama mungkin memiliki histori yang bagus, tetapi tanpa konten yang relevan dan bermanfaat, website tetap tidak akan sukses.
- Google melarang penggunaan domain hangus untuk manipulasi ranking: Seperti yang disebutkan dalam Spam Update Maret 2024, Google melarang penggunaan domain yang sudah expired atau tidak aktif untuk tujuan spam.
- Domain lama bisa jadi bumerang: Contoh nyata adalah situs ayovaksindinkeskdi.id, yang sempat mengalami penurunan traffic drastis setelah terkena update algoritma Google karena penggunaan teknik SEO spam.
Langkah Memilih Aged Domain yang Tepat
Jika Anda ingin menggunakan aged domain sebagai fondasi website, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
1. Pilih Nama Domain yang Relevan dengan Niche
Domain yang dipilih harus sesuai dengan niche atau topik website yang ingin dibangun. Misalnya, jika Anda membuat website tentang kesehatan, hindari menggunakan domain yang terkesan seperti situs otomotif. Relevansi ini tidak hanya membantu branding, tetapi juga memberi sinyal positif kepada Google.
Contoh sukses adalah Tiket.com, yang menggunakan domain lama yang relevan dengan bisnisnya. Domain ini telah digunakan sejak tahun 2000 dan akhirnya diambil oleh para pendirinya untuk membuat startup online ticketing.
2. Gunakan Platform yang Transparan, Seperti MostDomain.com
Mencari aged domain yang tepat bisa menjadi proses yang rumit. Untuk mempermudah, gunakan platform seperti MostDomain.com, yang menyediakan data lengkap tentang domain lama. Di sini, Anda bisa memfilter domain berdasarkan niche, harga, dan lainnya.
Langkah-langkahnya:
– Buka MostDomain.com
– Klik menu Domain Inventory
– Filter kategori sesuai niche website
– Lihat daftar domain yang tersedia
3. Pilih Nama Domain yang Sesuai Budget
Harga aged domain biasanya lebih mahal dibandingkan domain baru. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih domain yang sesuai dengan anggaran Anda. Di MostDomain.com, Anda bisa menggunakan filter Price untuk membatasi harga maksimal yang ingin dibayarkan.
4. Lakukan Pemeriksaan Dasar (Quick Check)
Setelah memilih domain yang sesuai, lakukan pemeriksaan dasar untuk memastikan domain tersebut aman dan layak digunakan:
- Cek domain langsung di browser: Buka domain tersebut dan lihat apakah situsnya masih aktif dan relevan.
- Cek index di Google: Ketik
site:namadomain.comdi Google untuk memastikan domain masih terindex. - Cek profil backlink: Gunakan tools seperti Backlink Checker dari Ahrefs untuk melihat riwayat backlink domain.
- Cek Archive.org: Gunakan Wayback Machine untuk melihat histori penggunaan domain sebelumnya.
5. Beli Domain yang Oke
Jika semua pemeriksaan sudah selesai dan domain terlihat aman, silakan lanjutkan pembelian melalui platform seperti MostDomain.com. Proses pembelian biasanya dilakukan via Telegram, sehingga Anda bisa langsung menyelesaikan transaksi.
Aged Domain Bisa Jadi Fondasi Website Jangka Panjang
Dengan strategi yang tepat, aged domain bisa menjadi fondasi yang kuat untuk membangun website jangka panjang. Namun, penting untuk tidak terjebak pada mindset “jalan pintas SEO”. Google kini semakin pintar dalam mendeteksi tindakan spam, dan yang bertahan lama adalah website yang relevan dan bermanfaat bagi pengguna.
Dengan bantuan platform seperti MostDomain.com, proses mencari aged domain menjadi lebih mudah dan transparan, sehingga Anda bisa fokus pada hal yang lebih penting: memenuhi kebutuhan audiens Anda.
Kesimpulan
Penggunaan aged domain bisa menjadi strategi yang efektif, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan pedoman Google. Jangan menganggapnya sebagai jalan pintas untuk meningkatkan peringkat SEO. Prioritaskan konten yang bermanfaat dan relevan, serta pastikan domain yang dipilih aman dan sesuai dengan niche Anda.
Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang optimasi SEO, kunjungi DailySEO ID untuk mendapatkan informasi terbaru dan tips praktis.






